Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Desal Pakel, Kecamatan Gucialit, Lumajang, Sampurno menyebut pengeroyokan hingga pembacokan terhadap dirinya hanya salah paham.
Ia mengaku telah meminta maaf kepada seseorang berjulukan Dani. Meski demikian, dia tak menjelaskan lebih perincian siapa Dani itu.
"Mungkin Mas Dani khilaf, iba Mas Dani semoga jadi pelajaran bagi saya mungkin Mas Dani marah dengan saya mungkin salah mengerti saja," ujar Sampurno.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Sampurno diserang sekelompok orang dengan senjata tajam berupa celurit di kediamannya sendiri, Rabu (15/4).
Peristiwa menghebohkan itu terjadi pada siang hari. Korban nan diketahui berjulukan Sampurno diserang secara membabi buta oleh sekitar 10 orang.
Akibatnya, Sampurno mengalami luka bacok di kepala, lengan dan bahu sehingga langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Dokter Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan medis.
Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Pras Ardinata membenarkan pengeroyokan disertai pembacokan tersebut.
"Kejadiannya sekitar pukul 14.00 WIB di kediaman Pak Kades, awalnya Pak Kades sedang menerima tamu tiba-tiba ada 2 mobil datang sempat terjadi cekcok dan kemudian terjadilah penganiayaan, untuk motif tetap kita dalami," terang Pras.
Sedangkan untuk motifnya, Pras mengaku tetap dalam penyelidikan. Menurut Pras pelaku diketahui berjumlah lebih dari 10 orang.
"Untuk motif tetap kita dalami. Pelaku sekitar 10 orang menggunakan dua mobil," ujar Pras.
Usai mendapatkan perawatan di rumah sakit, korban langsung diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
Baca selengkapnya di sini.
(isn/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·