slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kasus Campak Tinggi Di Ri, Seberapa Mudah Virus Ini Menular?

Sedang Trending 6 hari yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 04 Mar 2026 19:36 WIB

Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus balang nan cukup tinggi di dunia. Sebenarnya, seberapa mudah virus balang ini menular? Ilustrasi. Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus balang nan cukup tinggi di dunia. Sebenarnya, seberapa mudah virus balang ini menular? (iStockphoto/Natalya Maisheva)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kasus balang di Indonesia tetap terus menjadi perhatian. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut Indonesia saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus campak nan cukup tinggi di dunia.

Kasus balang pada 2025 nan terkonfirmasi mencapai lebih dari 11 ribu, sementara kasus suspek dilaporkan mencapai lebih dari 60 ribu. Lalu, sebenarnya seberapa mudah virus balang ini menular?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari Jurnal Medika Utama oleh Fakultas Kedokteran Universitas Lampung, balang adalah penyakit jangkitan nan disebabkan oleh virus nan menyerang saluran pernapasan menyebar ke seluruh tubuh.

Campak menyebar dengan sangat mudah ketika seseorang nan terinfeksi batuk, bersin, alias apalagi bernapas di dekat orang lain. Partikel virus dapat terbawa melalui udara dan masuk ke tubuh orang lain melalui hidung, mulut, alias mata.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menjelaskan virus balang hidup di lendir hidung dan tenggorokan orang nan terinfeksi. Virus tersebut dapat menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk alias bersin.

Virus balang apalagi dapat memperkuat di udara alias menempel pada permukaan barang hingga dua jam. Maka dari itu,seseorang bisa tertular hanya dengan menghirup udara nan terkontaminasi virus alias menyentuh permukaan nan terpapar, lampau menyentuh wajah.


Risiko penularan balang sangat tinggi

Penularan balang tergolong sangat cepat, sekitar 90 persen orang nan tidak mempunyai kekebalan, baik lantaran belum divaksin alias belum pernah terinfeksi sebelumnya dapat tertular jika berada dekat dengan penderita campak.

Seseorang nan terinfeksi juga dapat menularkan virus apalagi sebelum mengetahui dirinya sakit. Penularan biasanya terjadi sejak empat hari sebelum munculnya ruam hingga empat hari setelah ruam muncul di kulit.


Gejala balang nan perlu dikenali

Menurut World Health Organization (WHO), indikasi balang biasanya muncul sekitar 10-14 hari setelah seseorang terpapar virus. Tanda awal penyakit ini umumnya berjalan selama beberapa hari.Beberapa indikasi awal nan sering muncul antara lain:

  • demam tinggi
  • batuk
  • pilek
  • mata merah dan berair
  • muncul bintik putih mini di dalam mulut

Beberapa hari kemudian bakal muncul ruam kemerahan di kulit. Ruam biasanya dimulai dari wajah alias belakang telinga, lampau menyebar ke seluruh tubuh dalam beberapa hari.

Ruam balang ini biasanya berbentuk makulopapular kemerahan dan dapat berjalan selama tiga hingga tujuh hari sebelum akhirnya memudar.


Komplikasi nan bisa terjadi

Pada sebagian kasus, balang dapat menimbulkan komplikasi serius. Kondisi ini lebih berisiko terjadi pada anak di bawah lima tahun, orang dengan daya tahan tubuh lemah, alias perseorangan nan mengalami kekurangan gizi.

Komplikasi balang dapat berupa jangkitan telinga, diare berat, pneumonia, hingga radang otak (ensefalitis).

Pada kasus nan berat, penyakit ini apalagi dapat menyebabkan kematian.Campak pada ibu mengandung juga berisiko menyebabkan komplikasi seperti kelahiran prematur alias berat badan lahir nan rendah pada bayi.

Hingga kini, para mahir menekankan bahwa vaksinasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak. Vaksin balang biasanya diberikan dalam corak vaksin kombinasi campak-gondong-rubella (measles, mumps, rubella/MMR).

WHO menyebut vaksin ini kondusif dan efektif untuk membantu tubuh membentuk kekebalan terhadap virus.

Karena tingkat penularannya nan sangat tinggi, menjaga cakupan imunisasi tetap tinggi menjadi langkah krusial untuk mencegah pandemi balang di masyarakat.

(anm/fef)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru