Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mencatat sebanyak 1.590 pengaduan mengenai Tunjangan Hari Raya (THR) masuk pada tahun ini. Jumlah tersebut nyaris sama dengan laporan pada tahun sebelumnya.
"Dari posko THR nan kami terima, jadi jumlah laporan 2026-2025, itu jumlahnya nyaris sama 1.500 laporan jadi pengaduan. 1.500, ya, persisnya tahun ini 1.590," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Kamis (9/4).
Ia menjelaskan laporan masuk melalui kanal pengaduan THR Kemenaker. Kemudian, didistribusikan ke dinas mengenai untuk ditindaklanjuti.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laporan lampau ditindaklanjuti oleh pengawas dengan proses pemanggilan hingga investigasi.
Dari ribuan kejuaraan itu, sekitar 506 sudah selesai ditindaklanjuti. Ada perusahaan nan kemudian membayarkan THR ke pegawainya.
"Sudah selesai 506 aduan. Ini sudah closing dan mereka ada nan belum bayar kemudian membayar, ada nan membayarnya sebagian, seperti minggu lampau kami sidak di Kabupaten Semarang, tetap ada kekurangan satu perusahaan kekurangan sekitar 10 sampai 15 persen dan besoknya itu dibayarkan," katanya.
Yassierli mengatakan wilayah dengan jumlah pengaduan terbanyak berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan total nyaris mencapai 1.000 laporan.
"Kemudian Banten 200, Jawa Tengah, Jawa Timur masing-masing 150 aduan," ujarnya.
(yoa/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·