slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kemendag Dan Google Luncurkan Gemini Academy, Dorong Umkm Go Global

Sedang Trending 9 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI berbareng Google Indonesia resmi meluncurkan Gemini Academy, program training berbasis kepintaran buatan (AI) nan ditujukan untuk memperkuat kapabilitas ekspor pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kali ini, program inovatif tersebut datang di Yogyakarta sebagai bagian dari penguatan Program UMKM BISA (Berani Inovasi Siap Adaptasi) Ekspor.

Menteri Perdagangan Budi Santoso, nan berkawan disapa Busan, menyampaikan bahwa kerjasama ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan UMKM bersaing di pasar global. Terutama dengan memanfaatkan teknologi AI.

"Melalui Gemini Academy, UMKM dapat meningkatkan keahlian dalam memahami tren pasar, menganalisis info secara cepat, serta menyusun strategi ekspor nan lebih efektif," ujar Mendag Busan dalam sesi 'Ask to Busan' di Universitas Gadjah Mada, Sleman (23/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

'Ask to Busan' dikemas dengan perbincangan interaktif antara Mendag dengan peserta dan panelis. Dalam sesi ini, Mendag menjawab sejumlah pertanyaan dari para peserta mengenai kiat UMKM dalam menembus pasar ekspor.

Selain itu, Mendag juga menjelaskan tentang program pendampingan penjajakan kerja sama upaya (business matching) nan bermaksud membantu UMKM menjalin kemitraan dengan pelaku upaya di luar negeri. Melalui inisiatif ini, UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperluas jangkauan pasar global.

Perwakilan Google Indonesia, Isya Hanum menyampaikan, Indonesia merupakan negara pertama di bumi nan mempunyai program training Gemini Academy unik untuk UMKM. Begitu juga Kemendag merupakan mitra pertama Google dari sisi pemerintah dalam penyelenggaraan program ini.

"Kami sangat bangga meluncurkan Gemini Academy di Indonesia. Indonesia adalah negara pertama di bumi nan mempunyai program training Gemini Academy unik untuk UMKM, dan Kemendag merupakan mitra pertama kami dari sektor pemerintahan di Indonesia.

Isya berharap, program ini membantu upaya menjadi lebih produktif, efisien, dan menjangkau lebih banyak pengguna di seluruh negeri maupun dunia.

Ferika, mahasiswi manajemen UGM nan ikut serta, menyebut program ini membuka wawasannya soal bumi upaya berbasis teknologi. Menurutnya, program ini sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini dan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM.

Tak hanya pelatihan, aktivitas ini juga diwarnai dengan penandatanganan kerja sama antara Kemendag, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, dan Universitas Negeri Yogyakarta. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata komitmen berbareng dalam mendukung transformasi digital UMKM Indonesia.

"Melalui perjanjian kerja sama ini, Kemendag siap bersinergi dengan universitas untuk mengembangkan kapabilitas sumber daya manusia bagi pelaku UMKM berorientasi ekspor," tutur Busan.

Diketahui Gemini Academy merupakan program training berbasis AI nan dirancang Google untuk membantu pelaku usaha, terutama UMKM, dengan memanfaatkan teknologi seperti machine learning, kajian data, dan pemasaran. Program Gemini Academy di Yogyakarta diikuti lebih dari 1.000 peserta, baik secara luring maupun daring.

Peserta terdiri atas mahasiswa, pengusaha UMKM, serta pemerintah. Di UGM, program ini mengambil tema "From Local to Global Mastering Digital Export with Gemini". Acara ini menghadirkan tiga pembicara berilmu di bagian ekspor, ialah pemilik Puthic.id Nissa Khoirina, CTO Sheo Home Living Reza
Monoarfa, serta Eksportir dan Key Opinion Leader TEI 2025 Dewi Harlas.

Para narasumber berbagi wawasan dan pengalaman dalam membangun upaya nan berorientasi ekspor serta langkah memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan pasar internasional. Program Gemini Academy menjadi sangat relevan mengingat besarnya potensi UMKM Indonesia.

Berdasarkan info Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2024, jumlah UMKM di Indonesia mencapai lebih dari 65 juta unit usaha. Usaha-usaha ini tersebar di beragam sektor seperti perdagangan, manufaktur, pertanian, jasa, kuliner, fesyen, kerajinan tangan, hingga teknologi digital.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 37,79 persen alias sekitar 24,56 juta UMKM telah memasuki pasar niaga elektronik. Sementara sebanyak 15,7 persen alias sekitar 10,3 juta UMKM telah melakukan ekspor ke pasar global.

(ory/ory)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru