CNN Indonesia
Minggu, 22 Jun 2025 02:32 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan ancaman bom ke pesawat Saudi Airlines yang mengangkut jemaah haji merupakan hoaks.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kemenhub memastikan 376 penumpang jemaah haji Kloter 33 Debarkasi Surabaya kondusif dan selamat dari dari ancaman bom.
Direktur Jenderal Hubud Lukman F. Laisa menyampaikan pihaknya terus melakukan koordinasi intensif dengan seluruh pihak mengenai hingga kondisi menjadi kondusif terkendali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah melalui penilaian menyeluruh, Lukman menyebut ancaman peledak dinyatakan tidak berdasar dan diklasifikasikan sebagai hoaks.
"Sebagai langkah antisipasi menghadapi kejadian nan serupa, kami telah melakukan koordinasi umum dengan Otoritas Penerbangan Sipil Saudi (GACA) untuk bersama-sama meningkatkan langkah-langkah pengamanan penerbangan dari ancaman bom," kata Lukman dalam keterangan resmi, Sabtu (21/6).
Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah II-Medan Asri Santosa menjelaskan emergency treatment dilakukan setelah pesawat Saudia Airlines mendarat darurat di Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, pukul 09.27 WIB.
Menurutnya, operasional penerbangan dari dan ke Bandara Kualanamu juga tidak terganggu gara-gara perihal ini.
"Bandar Udara Kualanamu tetap beraksi dan penanganan dilakukan di area isolasi sehingga tidak menimbulkan hambatan dalam pergerakan tinggal landas dan mendarat pesawat terbang lainnya," ucap Asri.
Kru dan penumpang rencana bakal diterbangkan ke Surabaya pada Minggu (22/6), pukul 03.30 WIB dengan pesawat nan sama.
Sebelumnya, pesawat Saudi Airlines SV 5688 rute Jeddah-Muscat (Oman)-Surabaya menerima ancaman peledak pada Sabtu (21/6).
Ancaman tersebut disampaikan melalui telepon ke Petugas Air Traffic Control (ATC) di Jakarta Area Control Center (ACC) dari Kuala Lumpur ACC.
Karena itu, pilot Saudia Airlines SV 5688 memutuskan untuk mengalihkan rute penerbangan (divert) ke Bandar Udara Kualanamu, Medan.
Keputusan ini diambil setelah melakukan koordinasi dengan pihak mengenai untuk penanganan lebih awal.
Ini merupakan ancaman peledak kedua nan diterima Saudi Airlines di hari nan sama. Sebelumnya, Saudia Airlines SV 5276 rute Jeddah-Jakarta mendapat ancaman peledak melalui surat elektronik (e-mail).
(pta)
8 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·