Jakarta, CNN Indonesia --
Lembaga Pemeringkat Kredit Moody's Investors Service (Moody's) memangkas outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif. Sedangkan untuk afirmasi ranking angsuran memperkuat di level Baa2 (satu tingkat di atas pemisah investment grade), Kamis (5/2).
Moody's Investors Service mengubah prospek ranking angsuran Indonesia dari stabil menjadi negatif, dengan menegaskan ranking angsuran di level Baa2.
Lembaga tersebut menyoroti meningkatnya ketidakpastian dan koherensi nan terjadi dalam pembuatan kebijakan. Hal itu sejalan dengan komunikasi kebijakan nan dianggap lemah, sehingga meningkatkan akibat terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Itu) dapat membebani stabilitas ekonomi dan fiskal, serta meningkatkan volatilitas pasar," tulis Moody's mengutip Tradingview, Kamis (5/2).
Melansir laman Kementerian Keuangan pada Kamis (5/2), Kemenkeu menyampaikan hasil afirmasi tersebut merupakan tahapan akhir dari proses asesmen Moody's setelah rangkaian kunjungan pada 27-29 Januari 2026 di Jakarta.
Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan (Kemenkeu)Deni Surjantoro menjelaskan bahwa lembaga pemeringkat tersebut telah melakukan obrolan dengan beberapa kementerian alias lembaga (K/L) dan otoritas seperti Kemenko Perekonomian, Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, BP BUMN, Otoritas Jasa Keuangan, Danantara, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.
"Pemerintah mengapresiasi asesmen Moody's nan mempertahankan ranking angsuran Indonesia pada posisi Baa2, dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif. Pemerintah terus melakukan transformasi ekonomi dan menghidupkan seluruh mesin pertumbuhan ekonomi," kata Deni di laman resmi Kemenkeu, Kamis (5/2).
Ke depan, pemerintah bakal terus memastikan bahwa setiap potensi akibat dapat dikelola dengan baik. Berbagai upaya debottlenecking nan menghalang aktivitas upaya terus dilakukan.
Selain itu, Pemerintah berbareng Bank Indonesia (BI) berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas nilai dan nilai tukar serta stabilitas pasar keuangan. Sinergi fiskal dan Danantara bakal dioptimalkan.
Dengan komitmen dan konsistensi kebijakan, Pemerintah optimistis dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi nan lebih tinggi dan kesejahteraan rakyat.
Adapun indikasi perbaikan ekonomi telah terlihat sejak semester II 2025 dengan beragam parameter nan membaik. Hal itu juga dikonfirmasi dengan keahlian pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 ialah 5,39 persen melampaui ekspektasi pasar.
Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi bakal terus membaik dengan komitmen pengelolaan ekonomi nan makin baik, ditopang oleh konsumsi rumah tangga nan meningkat, dan investasi nan meningkat di beragam sektor sebagai parameter makin kuatnya kepercayaan penanammodal terhadap Indonesia.
[Gambas:Video CNN]
(ins)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·