slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kenali Fitur Suv Xforce Penunjang Keselamatan Saat Perjalanan Mudik

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Mitsubishi Xforce menyuguhkan bodi nan berukuran compact, menawarkan handling nan sangat baik, kenyamanan serta utilitas fitur seperti interiornya nan luas dan beragam ruang penyimpanan.

Xforce diklaim sebagai compact SUV nan memberikan rasa kondusif dalam pengendalian serta dalam beragam cuaca dan kondisi jalan lantaran dijejali sejumlah fitur keselamatan.

Ada beberapa jenis Xforce, terakhir ialah Xforce Ultimate with Diamond Sense (Ultimate DS), nan datang untuk melengkapi dua jenis telah diperkenalkan sebelumnya ialah Mitsubishi Xforce Ultimate dan Mitsubishi Xforce Exceed.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Varian baru Mitsubishi Xforce Ultimate DS datang dengan disematkan teknologi Diamond Sense, ialah perangkat fitur support keselamatan terintegrasi mutakhir untuk pengemudi, nan lebih komplit dari jenis sebelumnya, sekaligus kembali menjadi tanda komitmen Mitsubishi Motors nan telah datang nyaris 55 tahun di Indonesia.

Pada fitur keselamatan, jenis Mitsubishi Xforce Ultimate DS telah dilengkapi dengan 6 airbags (berkat penambahan 2 Curtain Airbags), serta Mono Camera, Sensor Radar di depan dan belakang, dan Ultrasonic Parking Sensor.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu fitur penambah keselamatan berkendara ialah ada Adaptive Cruise Control (ACC) with low speed follow, Automatic High Beam (AHB), Forward Collision Mitigation (FCM), Lead Car Departure Notification System (LCDN), Blind Spot Warning (BSW), Rear Cross Traffic Alert (RCTA), Auto Headlight, Auto Rain Sensor, dan juga Rear Camera.

Keselamatan berkendara tentunya selalu jadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi lampau lintas nan padat dan dinamis. Mitsubishi Motors menghadirkan teknologi keselamatan aktif berjulukan FCM untuk membantu pengemudi mengurangi akibat tabrakan depan.

FCM dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan awal kepada pengemudi. Bahkan ketika pengemudi tidak respon, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi akibat alias apalagi mencegah terjadinya tabrakan.

Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun merupakan bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors berjulukan Diamond Sense nan terdapat pada beberapa model mobil penumpang terbaru. Model seperti Pajero Sport jenis Dakar Ultimate, Xforce Ultimate DS, serta Destinator.

Manfaat FCM dalam perjalanan mudik ke kampung halaman sangat membantu dalam beragam kondisi, seperti lampau lintas macet stop and go, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, situasi pengemudi kurang responsif akibat kelelahan, dan bisa mencegah kecelakaan akibat keterlambatan reaksi.

Cara kerja FCM pada Xforce

FCM bekerja dengan mengandalkan sensor radar dan kamera nan terpasang di bagian depan mobil, biasanya pada grille dan bagian atas kaca depan. Berikut alur kerjanya:

- Deteksi Objek di Depan. Sensor FCM secara aktif memantau kondisi jalan dan mendeteksi kendaraan, sepeda motor, alias objek lain di depan mobil.
- Peringatan Dini. Jika sistem mendeteksi jarak nan terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan tabrakan, FCM bakal mulai bertindak dan memberikan peringatan visual di panel instrumen dan peringatan bunyi agar pengemudi segera bereaksi.
- Pengereman Otomatis. Apabila pengemudi tidak melakukan pengereman alias manuver penghindaran, FCM bakal mengaktifkan rem secara otomatis untuk mengurangi kecepatan alias menghentikan kendaraan, mengadaptasikan tindakan sesuai situasi.
- Mitigasi Dampak Tabrakan. Pada kondisi tertentu, meski tabrakan tidak sepenuhnya bisa dihindari, FCM tetap membantu mengurangi tingkat keparahan benturan.

Ketentuan dan batas FCM

Meski canggih, FCM mempunyai beberapa ketentuan dan keterbatasan nan krusial dipahami sebagai berikut:

- FCM bekerja optimal pada kecepatan tertentu, umumnya di kecepatan rendah hingga menengah (tergantung model kendaraan).
- Sistem bisa saja jadi kurang jeli ketika kondisi tertentu seperti saat hujan deras, kabut tebal, alias ketika kamera/radar tertutup kotoran.
- FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung keselamatan.
- Objek nan sangat kecil, tak bersuara total, alias bergerak tidak wajar bisa saja tidak terdeteksi secara sempurna.
- Pengemudi tetap wajib menjaga jarak kondusif dan konsentrasi saat berkendara.

(ryh/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru