Jakarta, CNN Indonesia --
Ziarah kubur adalah salah satu ibadah nan sangat dianjurkan bagi umat Muslim. Lantas, kenapa ziarah kubur penting dalam Islam?
Ziarah kubur adalah aktivitas mengunjungi makam orang nan sudah meninggal dunia, seperti orang tua dan kerabat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat berziarah, biasanya orang mendoakan agar mayit alias mahir kubur nan berada dalam kubur diampuni dosanya, diterima kebaikan ibadahnya, dimasukkan ke dalam surga.
Adapun rekomendasi untuk berkunjung dijelaskan dalam sebuah sabda Rasulullah SAW nan berbunyi:
كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا
"Dahulu saya melarang kalian berkunjung kubur, tapi (sekarang) berkunjung kalian." (HR. Muslim)
Para ustadz menyebut kunjungan kubur merupakan ibadah nan sangat krusial dan penuh hikmah. Simak penjelasan tentang argumen kenapa kunjungan kubur krusial dalam Islam.
Kenapa kunjungan kubur krusial dalam Islam?
Untuk menjawab pertanyaan kenapa kunjungan kubur krusial dalam Islam, kita perlu mengetahui tujuan dan hikmah dari ibadah nan satu ini.
Mengutip NU Online, Imam al-Ghazali menyebut terdapat dua tujuan praktik kunjungan kubur. nan pertama, peziarah dapat memetik hikmah dari peristiwa kematian mahir kubur nan diziarahi.
Selain itu, mahir kubur nan dikunjungi juga mendapatkan faedah angan dari peziarah.
Dari dua tujuan ini, Imam Ghazali menyarankan agar peziarah bermohon untuk mahir kubur dan dirinya sendiri, serta merenung untuk dapat memetik hikmah dari pengalaman kematian mahir kubur.
Hikmah lain dari kunjungan kubur sehingga dinilai krusial dalam Islam antara lain:
1. Mengingatkan manusia dengan kematian dan kehidupan akhirat
Ziarah kubur sebagai bahan refleksi dan introspeksi diri bahwa seseorang kapan pun bakal menemui ajalnya, dan mengingatkan seorang manusia dengan kematian sehingga timbul semangat dalam beribadah.
2. Diampuni dosanya
Salah satu hikmah dari berkunjung kubur ialah diampuni dosanya. Hal ini dijelaskan dalam kitab al-Mu'jam al-Kabir lit Tabhrani juz 19:
حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا
Artinya: "Rasulullah bersabda: Barangsiapa berkunjung ke makam kedua orang tuanya alias salah satunya setiap hari Jumat, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia tercatat sebagai anak nan alim dan berkhidmat kepada kedua orang tuanya" (HR Abu Hurairah).
3. Menghindarkan diri dari sifat cinta dunia
Berziarah kubur dapat menghindarkan manusia dari cinta bumi nan berlebihan. Hakikatnya kehidupan di bumi hanyalah berkarakter sementara.
Dengan berkunjung kubur bakal menjadikan manusia sadar bakal kemewahan bumi nan bakal lenyap pada masanya. Sesungguhnya kehidupan nan kekal kekal hanyalah kehidupan di akhirat.
Kenikmatan nan dirasakan manusia di bumi pasti bakal ditanyai di alambaka kelak. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam Surat At-Takatsur ayat 8:
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Artinya: "Kemudian Anda pasti bakal ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang Anda megah-megahkan di dunia" (QS. At-Takatsur:8).
Itulah penjelasan tentang kenapa kunjungan kubur krusial dalam Islam. Semoga bermanfaat.
(pua/fef)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·