Makassar, CNN Indonesia --
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana memastikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) nan ditutup sementara tetap mendapatkan insentif dari pemerintah sebesar Rp6 juta per hari.
"Untuk nan (ditutup) sementara tetap diberi, lantaran mereka kudu mengurus beragam kebutuhan," kata Dadan di Unhas, Selasa (28/4).
Dadan menyebut per awal April terdapat sekitar 1.720 SPPG nan ditutup sementara. Namun, mereka tetap diberikan insentif Rp 6 juta per hari untuk mendukung training tenaga kerja serta pemenuhan standar operasional nan ditetapkan pemerintah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang berkurang sedikit. Ya sekitar 1.720-an. Karena dia kudu mengurus nan lain-lain dan si karyawannya kan diberi training dan kemudian kudu melakukan perihal nan sesuai dengan kebutuhan pada saat itu," ujarnya.
Dadan menjelaskan penutupan sementara dilakukan lantaran beberapa SPPG belum memenuhi persyaratan teknis, salah satunya mengenai instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan belum mempunyai Sertifikat Laik Higenis dan Sanitasi (SLHS).
"Jadi ini IPAL-nya sudah ada. Saya sudah ceklis. Ada nan tidak daftar SLHS belum. Begitu daftar SLHS-nya langsung dibuka. Nah, ini nan ini sudah daftar," ujarnya.
Secara umum kualitas jasa SPPG nan ditutup sementara dinilai baik, kata Dadan, baik dari segi menu maupun pelayanan kepada masyarakat. Sertifikasi dapat segera diterbitkan dalam waktu dekat.
"Karena kualitasnya bagus, layanannya bagus, menunya juga bagus. Mudah-mudahan sertifikatnya keluar dalam waktu sebulan," katanya.
Unhas punya SPPG
Perguruan tinggi didorong untuk mengambil peran aktif dalam menyukseskan program prioritas nasional melalui pembentukan Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di lingkungan kampus.
"Intinya adalah gimana perguruan tinggi dapat berkedudukan aktif dalam mendukung program prioritas Bapak Presiden, salah satunya melalui MBG," kata Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yulianto di SPPG Unhas Makassar, Selasa (28/4).
Menteri Brian menekankan bahwa kampus tidak boleh hanya menjadi penonton. Melalui pembentukan SPPG, perguruan tinggi diharapkan dapat terlibat langsung dalam penerapan program.
"SPPG nan dibentuk di kampus tidak hanya mendukung program, tetapi juga dapat menjadi teaching factory. Fasilitas ini bisa dimanfaatkan sebagai tempat praktik mahasiswa, penelitian, serta pengembangan lebih lanjut program MBG di masyarakat," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis. Hal tersebut disampaikan saat kunjungannya ke Universitas Hasanuddin (Unhas).
"Perguruan tinggi mempunyai teknologi, SDM, dan penemuan nan sangat berfaedah untuk pengembangan program Makan Bergizi, mulai dari pengembangan peralatan, keamanan pangan, hingga training dan pengarahan teknis," katanya.
Dadan bahwa keterlibatan kampus dapat mencakup penyelenggaraan langsung program Makan Bergizi Gratis. Salah satu contohnya adalah nan dilakukan oleh Universitas Hasanuddin melalui pembangunan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi).
Menurut Dadan, akomodasi SPPG di Unhas merupakan nan pertama di kampus Badan Layanan Umum Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH) di Indonesia Timur. Sebelumnya, program serupa telah lebih dulu datang di Institut Pertanian Bogor serta beberapa perguruan tinggi swasta.
"Ini nan pertama di perguruan tinggi negeri di Indonesia Timur. Saya kira Unhas selalu leading dalam perihal tersebut, saya ucapkan selamat," katanya.
Dadan berambisi keterlibatan kampus dapat semakin meningkatkan kualitas program Makan Bergizi Gratis ke depannya.
"Dari nan saya lihat, ini sudah sangat baik, termasuk pengelolaan limbah dan pengelolaan airnya," jelasnya.
Dadan menyoroti penggunaan teknologi reverse osmosis dalam pengolahan air, nan membikin air hasil produksi di SPPG tersebut layak langsung untuk diminum maupun digunakan dalam proses memasak.
"Airnya sudah melalui reverse osmosis, jadi kondusif untuk diminum dan memasak. Ini krusial lantaran kualitas air sering menjadi aspek gangguan pencernaan," ungkapnya.
(fra/mir/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·