CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 20:30 WIB
Ilustrasi. Memasak makanan dengan langkah digoreng bisa menurunkan kualitas gizi sekaligus memicu akibat kesehatan dalam jangka panjang. (iStockphoto/Andang Riana)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dokter dan mahir gizi dr. Tan Shot Yen menyoroti kebiasaan mengolah makanan dengan cara digoreng nan tetap umum disajikan dalam menu keluarga.
Padahal metode memasak ini bisa menurunkan kualitas gizi sekaligus memicu akibat kesehatan dalam jangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Nutrisi) bukan hilang, malah berubah jadi trans fat nan merugikan kesehatan," ujar Tan dilansir dari Antara, Selasa (7/4).
Ia menjelaskan, proses menggoreng terutama dengan teknik deep fry dapat menghasilkan unsur karsinogenik nan mencetus penyakit kanker.
Senyawa tersebut berasal dari akrilamida dan polycyclic aromatic hydrocarbons, nan terbentuk saat karbohidrat maupun protein terpapar suhu tinggi.
Dilansir dari laman NCBI, polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) adalah golongan besar polutan organik nan terdiri dari dua alias lebih cincin benzena. PAH dilaporkan mempunyai sifat karsinogenik dan mutagenik nan sangat tinggi pada manusia.
Tan menambahkan, kebiasaan mengonsumsi makanan nan digoreng secara berlebihan, terutama pada anak, dapat membikin penyerapan nutrisi tidak optimal.
Dalam jangka panjang, kondisi ini berisiko menyebabkan kekurangan gizi lantaran kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi sejak usia dini.
"Kurang gizi sejak mini bisa jadi gangguan tumbuh kembang, kurus, kegemukan, pendek, mudah sakit," katanya.
Sebagai alternatif, metode memasak lain seperti pepes alias makanan berkuah dapat menjadi pilihan tepat. Selain lebih sehat, ragam ini juga dapat dikonsumsi oleh seluruh personil family untuk mengurangi asupan lemak jahat nan berasal dari goreng-gorengan.
Ditambahkan dari World Cancer Research Fund, langkah menyiapkan dan memasak makanan dapat membikin perbedaan besar bagi kesehatan tubuh.
Mengingat, menggoreng dengan minyak banyak menambah kalori andaikan dibandingkan dengan metode memasak lainnya.
Sebab, makanan nan digoreng biasanya dilapisi adukan alias tepung sebelum digoreng. Ketika makanan digoreng dalam minyak, makanan tersebut kehilangan air dan menyerap lemak, nan selanjutnya meningkatkan kandungan kalorinya.
Sehingga makanan nan digoreng jauh lebih tinggi lemak dan kalorinya daripada makanan nan tidak digoreng. Untuk itu, pilihan metode masak nan bisa dilakukan seperti mengukus alias merebus, alias dimasak kuah dan semur.
(fef)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·