Jakarta, CNN Indonesia --
PT Allo Bank Indonesia Tbk berhasil mencatatkan keahlian positif pada kuartal II 2025. Hingga 30 Juni, laba bersih setelah pajak sukses tumbuh sebesar 27 persen (yoy) menjadi Rp115 miliar.
Pendapatan operasional naik 41 persen (yoy) pada kuartal II 2025 menjadi Rp407 miliar, didorong pertumbuhan pendapatan kembang bersih dan pendapatan berbasis biaya (fee-based income).
Pada kuartal tersebut, pendapatan kembang bersih tumbuh 35 persen (yoy) menjadi Rp358 miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di tengah kondisi makro ekonomi nan penuh tantangan, kami sangat berterima kasih bahwa Allo Bank bisa mencatatkan pertumbuhan secara kompetitif dan berkepanjangan dengan jumlah pengguna nan terus meningkat hingga dari 12,7 juta pengguna per akhir Juni 2025," ujar Plt Direktur Utama Allo Bank Ari Yanuanto Asah dalam keterangan, Jumat (1/8).
Sementara itu, pendapatan berbasis biaya tumbuh 78 persen (yoy) menjadi Rp82 miliar, didukung oleh penyaluran angsuran di tengah kondisi makroekonomi nan menantang.
Peningkatan untung bersih juga berkorelasi langsung dengan peningkatan return on asset (ROA) dan return on equity (ROE). ROA 4,3 persen dan ROE 6,3 persen alias naik 20 bps dan 40 bps dibandingkan periode nan sama tahun lalu.
Kredit nan disalurkan Allo Bank Rp7,488 triliun pada akhir semester I 2025, didorong pertumbuhan terutama di segmen retail banking.
Bank terus menunjukkan kedisiplinan berkesinambungan dalam kualitas pinjamannya. Hal itu tercermin pada gross dan net nonperforming loan (NPL) masing-masing sebesar 1,5 persen dan 0,7 persen.
Sementara itu, pedoman pendanaan kian beragam dan terus tumbuh. Dana pihak ketiga mengalami kenaikan signifikan 27 persen (yoy) menjadi Rp5,817 triliun, mencerminkan peningkatan kepercayaan nasabah.
Bank mempertahankan tingkat permodalan nan kuat terhadap aktiva tertimbang menurut akibat (ATMR) dan mengakhiri periode dengan rasio kecukupan modal (CAR) 83,1 persen, jauh di atas ketentuan pemisah minimal nan diterapkan regulator.
Ekuitas bank meningkat 3 persen (yoy) menjadi Rp7,279 triliun, tumbuh positif secara organik dari perolehan untung ditahan dan untung berjalan. Posisi ekuitas nan kuat ini sangat suportif untuk mendukung aspirasi pertumbuhan bank di masa depan dan memposisikan Allo Bank sebagai salah satu bank umum berbasis digital dengan permodalan terbaik di Indonesia.
Tak hanya itu, selama enam bulan awal tahun ini, perusahaan telah sukses meraih beragam pengakuan eksternal, termasuk dua penghargaan dalam Strategy and Performance Execution Excellence (SPEx2®) Award 2025 nan bertemakan Business Model Innovation in Uncertain Times nan diselenggarakan oleh Media Kontan.
Allo Bank juga meraih penghargaan GML Performance Consulting sebagai The Best Execution Winner in Digital Banking Industry dan Special Recognition: Excellence in Product Strategy & Innovation untuk produk tabungan Allo Grow.
Perusahaan juga meraih OMNI Brands of the Year 2025 dari Marketeers dengan kategori New Product Campaign in Multiplatform untuk Allo Grow.
[Gambas:Video CNN]
(ldy/dhf)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·