Jakarta, CNN Indonesia --
Komitmen PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia naik kelas memunculkan produk Awicho sebagai salah satu cerita sukses.
Awicho adalah UMKM asal Ngawi, Jawa Timur, nan sukses memadukan dua produk lokal ialah cokelat dan tempe menjadi penemuan kuliner unik nan sekarang dikenal di beragam kota besar di Indonesia.
Awicho didirikan oleh Masrifah Hidayati Nur nan berkawan disapa Ida. Awalnya Ida hanya memproduksi cokelat karakter musiman pada 2014. Namun, setelah banyak percobaan, dia menemukan buahpikiran unik menciptakan cokelat tempe, menggabungkan dua ikon rasa unik Ngawi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ngawi terkenal dengan tempe. Jadi saya berpikir untuk membikin cokelat tempe. Tidak mudah, lantaran dua bahan ini punya karakter berbeda. Tapi setelah banyak percobaan, akhirnya ketemu rasa nan pas," ujar Ida.
Lewat support pembinaan dari BNI, Ida mendapat training dalam perihal branding, packaging, digital marketing, hingga kesempatan tampil di beragam pameran lokal dan nasional.
"Dari training dan support BNI, kami belajar banyak tentang strategi penjualan dan pengembangan produk. Sekarang penjualan kami meningkat signifikan," katanya.
Kini, Awicho mempekerjakan lima tenaga kerja tetap dan memproduksi beragam jenis olahan cokelat dan tempe seperti cokelat tempe, brownies kering tempe, serta keripik tempe cokelat dengan nilai Rp5.000 hingga Rp25 ribu per kemasan.
Ida juga memberdayakan ibu rumah tangga di sekitar tempat tinggalnya untuk ikut dalam proses produksi, agar mereka dapat mempunyai penghasilan tambahan.
"Sebagian besar dari mereka adalah tulang punggung keluarga. Saya mau mereka juga bisa berdikari dan punya penghasilan sendiri," ucap Ida.
Meskipun sempat terpukul saat pandemi Covid-19 dengan omzet hanya Rp2-3 juta per bulan, Ida bisa bangkit berkah semangat pantang menyerah dan support berkepanjangan dari BNI.
Kini, omzet Awicho stabil di kisaran Rp25-30 juta per bulan, apalagi melonjak hingga Rp210 juta saat musim Lebaran.
Kisah Awicho menjadi bukti nyata bahwa semangat kepahlawanan juga datang dalam bumi usaha. Melalui kerjasama dan pendampingan nan berkelanjutan, BNI terus mendorong lahirnya pahlawan-pahlawan ekonomi baru nan bisa membangun kemandirian dan kesejahteraan masyarakat dari akar rumput.
Dengan semangat ini, BNI berkomitmen melanjutkan perjuangan para pelaku UMKM di seluruh penjuru negeri, menyalakan api perjuangan baru bagi kemajuan ekonomi bangsa.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan pemberdayaan UMKM menjadi salah satu konsentrasi utama BNI dalam mendukung ekonomi kerakyatan nan inklusif dan berkelanjutan.
"BNI berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi pelaku upaya lokal agar dapat naik kelas melalui pembinaan dan pendampingan menuju akses pasar nan lebih luas," ujar Okki.
(har)
5 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·