slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kisah Kiai Abbas Buntet Cirebon Yang Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Tokoh ustadz dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Jawa Barat, KH Abbas Abdul Jamil diusulkan menjadi Pahlawan Nasional 2025.

Kiai Abbas diusulkan lantaran dianggap mempunyai jasa dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan membangun pendidikan Islam di Indonesia.

Mustahdi Abdullah Abbas, mewakili family besar Kiai Abbas, berambisi gelar pahlawan nantinya dapat merawat nilai perjuangan, nasionalisme, dan keteladanan nan diwariskan laki-laki kelahiran Cirebon ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gelar ini menjadi krusial bukan untuk beliau, tetapi bagi kita semua dalam menanamkan semangat kebangsaan dan kepahlawanan kepada generasi penerus," ujarnya di Cirebon, Sabtu (17/5), dikutip dari Antara.

Mustahdi menjelaskan Kiai Abbas dikenal sebagai salah satu komandan santri nan turut serta dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Kiai Abbas memimpin laskar dari Cirebon dalam jihad mempertahankan kemerdekaan dari agresi pasukan sekutu.

Mustahdi mengatakan di samping sebagai pejuang, Kiai Abbas merupakan pelopor pendidikan pesantren modern lantaran memperkenalkan sistem klasikal madrasah sejak tahun 1920-an.

"Selain itu beliau memasukkan pelajaran umum dalam kurikulum pesantren nan kala itu tetap didominasi kajian kitab tradisional," katanya.

Menurut Mustahdi, Kiai Abbas juga tercatat sebagai tokoh aktif dalam organisasi Nahdlatul Ulama (NU), mulai dari tingkat bagian hingga nasional.

"Kiprahnya ini memperkuat peran ustadz dalam aktivitas sosial-keagamaan dan kemerdekaan," ujarnya.

Sementara itu Penjabat Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet Pesantren, Aris Ni'matullah mengatakan meskipun Kiai Abbas tersebut tidak menginginkan pengakuan, masyarakat mempunyai tanggung jawab moral untuk menempatkan jasanya pada tempat nan pantas.

"Kami hanya mau menempatkan beliau pada posisi nan layak sebagai teladan dan pemandu arah perjuangan bangsa," katanya.

Sedangkan Anggota Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kabupaten Cirebon Mohammad Fathi Royyani mengatakan pengusulan tokoh tersebut sebagai Pahlawan Nasional, telah dilengkapi arsip nan memenuhi syarat administratif dan historis.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) itu menyebutkan, jika kelengkapan arsip pengusulan Kiai Abbas merupakan salah satu nan paling solid tahun ini.

"Termasuk info dari Belanda dan arsip surat berita asing seperti New York Times, serta bukti penghormatan publik seperti penamaan masjid, gedung, hingga pondok atas nama beliau," kata Fathi.

(fra/antara/fra)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru