Makassar, CNN Indonesia --
Ali Imran (60) jemaah haji golongan terbang (kloter) 11 Embarkasi Makassar asal Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menempuh jalan nan panjang untuk berangkat ke Tanah Suci dengan menabung hasil kerja kerasnya sebagai pedagang kue putu dan pengemudi ojek online.
"Sehari-harinya saya jualan putu, kurang lebih sudah 10 tahun saya jualan," kata Imran di Asrama Haji Sudiang Makassar, Rabu (29/4).
Setiap harinya, Ali Imran bangun jam 2 pagi untuk membikin kue tradisional putu dan nasi kuning dengan dibantu anak perempuannya. Kemudian berdagang setelah Salat Subuh hingga pukul 08.00 WITA.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau pagi saya pergi mengojek sebagai sampingan. Saya menabung hasil jualan putu dan ojek. Kalau di pangkalan sunyi saya pulang istirahat," ungkapnya.
Imran menuturkan bahwa dirinya berani mendaftar haji pada tahun 2013 lalu, lantaran dipicu oleh saudara-saudaranya nan lebih dulu haji.
"Saya terpancing untuk pergi haji, lantaran saudara-saudara saya sudah pergi haji. Makanya, saya mencari duit legal dengan berdagang kue dan ojek," katanya.
Dari hasil jualan kue putu dan mengojek, Imran tiap hari menabung minimal Rp 20 ribu, sehingga ketika namanya masuk dalam daftar jamaah haji tahun 2026, Imran langsung berupaya melunasi biaya hajinya.
"Saya menabung Rp20 ribu per hari, saya sudah pastikan, itu minimal Rp20 per hari untuk biaya pelunasan setelah saya mendaftar haji 2013. Saya menabung di tabungan kaleng, ada 4 tabungan saya pakai," katanya.
Sementara itu, Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Polman, Manju mengatakan bahwa jumlah jemaah haji asal Polman nan berada di kloter 11 sebanyak 393 jemaah termasuk petugas haji.
"Untuk Polman sendiri ada dua kloter ialah kloter 11 dan 19. Kalau kloter 19 itu campuran dari beberapa kabupaten terdiri Polman, Mamasa, Majene dan Mamuju serta Mamuju Tengah," kata Manju.
Menurut Manju bahwa jemaah haji asal Polman rata-rata masa tunggu haji sekitar 26 tahun.
"Jemaah haji asal Sulbar totalnya 1.452 orang dengan masa tunggu rata-rata 26 tahun. Kalau lansia tidak terlalu banyak di tahun ini jika dibandingkan pada tahun lalu," jelasnya.
(mir/ugo)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·