Jakarta, CNN Indonesia --
Insiden kocak menimpa klub kasta ketiga Liga Inggris, Northampton Town, pada bursa transfer Januari lalu.
Klub League One tersebut kandas mendatangkan penyerang baru lantaran sang pemain sasaran lupa menandatangani kontrak.
Pada musim ini Northampton nan menempati ranking ke-23 di League One memerlukan striker baru pada paruh kedua musim ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memiliki penyerang baru nan tajam diperlukan Northampton, lantaran mereka hanya mencetak 26 gol dalam 29 pertandingan di paruh pertama. Pelatih Northampton, Kevin Nolan, menjadikan striker sebagai sasaran utama pada jendela transfer Januari.
Target tersebut didapat klub berjulukan The Cobblers ini pada detik-detik akhir jendela transfer Januari nan tutup pada Senin (2/2) waktu setempat.
"Kami sedang berbincang dengan dua striker dan kami bekerja hingga menit terakhir untuk menyelesaikan kesepakatan tersebut. Sayangnya, satu pemain tidak diizinkan untuk berasosiasi dan itu akibat dari pengaruh domino," ujar Nolan dikutip dari talkSPORT.
"Championship kudu menunggu Premier League dan League One kudu menunggu Championship. Karena klub nan kami ajak bicara tidak mendapatkan apa nan mereka inginkan, pemain tersebut tidak diizinkan untuk berasosiasi dengan kami, nan sangat mengecewakan," ucap Nolan menambahkan.
Akan tetapi, kemauan Nolan mempunyai striker baru betul-betul sirna lantaran kejadian memalukan. Transfer tersebut kudu batal lantaran sang pemain nan tidak disebutkan namanya lupa menandatangani kontrak.
"Pemain lain lupa menandatangani Docusign nan kami kirimkan, percaya alias tidak, dan kami tidak dapat memperpanjang kontraknya, nan sangat menyakitkan," kata Nolan.
Meski begitu bursa transfer Januari tidak sepenuhnya jelek untuk Northampton dan Nolan. Mereka mendapatkan Kyle McAdam dan Ben Hammond dari klub Premier League Nottingham Forest pada hari terakhir bursa transfer.
[Gambas:Video CNN]
(sry/rhr)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·