Jakarta, CNN Indonesia --
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menargetkan laporan awal (preliminary report) mengenai kecelakaan helikopter PK-CFX di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat (Kalbar) dirilis dalam waktu 30 hari sejak kejadian terjadi.
"Dalam 30 hari kita bakal keluarkan laporan awal nan berisi info faktual," kata Investigator KNKT, Dian Saputra di Pontianak, Jumat (17/4).
Dia mengatakan laporan awal tersebut bakal memuat info aktual hasil investigasi di lapangan, mulai dari kondisi cuaca hingga performa mesin sebelum kecelakaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan hingga saat ini KNKT belum dapat memastikan penyebab jatuhnya helikopter tersebut, lantaran proses investigasi tetap berjalan dan memerlukan kajian lebih lanjut.
"Untuk penyebabnya saat ini belum bisa kita pastikan. Kita tetap menunggu hasil analisis," tuturnya.
Dian menjelaskan helikopter PK-CFX tidak dilengkapi perangkat perekam info penerbangan, seperti Flight Data Recorder (FDR) maupun Cockpit Voice Recorder (CVR) sebagaimana pesawat komersial. Sebagai pengganti, KNKT mengandalkan engine info recorder untuk mengumpulkan info mengenai performa mesin, termasuk kondisi oli dan putaran mesin sebelum kejadian.
Selain itu, tim investigasi juga mengumpulkan beragam info tambahan dari letak kejadian, termasuk kemungkinan rekaman kamera nan dapat membantu proses rekonstruksi peristiwa.
Seluruh info nan dihimpun nantinya dianalisis secara komprehensif, termasuk dengan melibatkan pihak manufaktur helikopter di Prancis guna memastikan kecermatan temuan teknis.
KNKT menyebut laporan akhir (final report) nan memuat penyebab kecelakaan serta faktor-faktor nan berkontribusi diperkirakan baru dirilis dalam kurun waktu hingga 12 bulan.
"Investigasi ini difokuskan pada aspek keselamatan penerbangan, dengan tujuan menghasilkan rekomendasi guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang," katanya.
Helikopter PK-CFX dilaporkan lenyap kontak saat terbang dari Sintang menuju Kubu Raya pada Kamis (16/4) sekitar pukul 08.39 WIB. Helikopter tersebut mengangkut delapan orang, terdiri atas dua kru dan enam penumpang, ialah pilot Capt Marindra W, co-pilot Harun Arasyd, serta enam penumpang lainnya.
(antara/gil)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·