Jakarta, CNN Indonesia --
Komite Olimpiade Indonesia (KOI) memastikan bakal mengawal investigasi kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan terhadap atlet panjat tebing.
KOI menindaklanjuti berita kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pemusatan latihan nasional (pelatnas) bagian olahraga panjat tebing dengan obyektif.
"Kami tak kenal kompromi dalam menghadapi kasus dugaan kekerasan seksual seperti ini," kata Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (2/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"NOC Indonesia, melalui task force safeguarding, bakal terus mengawal serta menghormati proses investigasi nan saat ini sedang berjalan sesuai dengan sistem dan ketentuan nan berlaku. Kami menegaskan pentingnya penanganan nan setara bagi korban," tulis keterangan resmi.
KOI juga menegaskan komitmen nan memastikan atlet-atlet Indonesia berlatih, bertumbuh, dan berprestasi dalam lingkungan nan aman, inklusif, serta bebas dari rasa takut atas ancaman dan kekerasan dalam corak apa pun, termasuk pelecehan, penghinaan dan intimidasi, pelecehan seksual, maupun pelecehan psikologis.
Oktohari mendukung penuh komitmen dan langkah sigap Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir untuk memastikan kasus ini diusut secara obyektif, transparan, profesional, dan berkeadilan.
Melalui Satuan Tugas Safeguarding, pihaknya berkoordinasi secara intensif baik dengan FPTI, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), maupun federasi nasional beragam bagian olahraga mengenai penanganan kasus tersebut.
Kasus dugaan kekerasan dan pelecehan seksual di lingkungan pelatnas panjat tebing berembus sejak pekan lalu. Sekretaris FPTI Wahyu Pristiawan Buntoro menjelaskan pembimbing Hendra Basir dinonaktifkan dari posisinya sebagai pembimbing kepala selama proses pencarian kebenaran dugaan pelecehan.
Penonaktifan Hendra sebagai pembimbing kepala panjat tebing FPTI diambil setelah adanya laporan kepada Yenny. Tidak hanya satu atlet, melainkan ada delapan atlet mengaku mendapat perlakukan mendapatkan perlakuan tak menyenangkan berupa pelecehan seksual hingga kekerasan bentuk dari Hendra Basir pada 28 Januari 2026.
Sementara Hendra membantah melakukan kekerasan dan pelecehan seksual ke sejumlah atlet panjat tebing, seperti dituduhkan.
[Gambas:Video CNN
(nva/jun)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·