slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kondisi Terkini Daerah Terdampak Bencana Sumatra

Sedang Trending 5 hari yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Ribuan orang terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di Pulau Sumatra, mulai dari Aceh, Sumatra Utara (Sumut) serta Sumatra Barat (Sumbar) sejak akhir November lalu.

Hingga sekarang pemerintah belum menetapkan musibah di tiga provinsi tersebut sebagai musibah nasional, meski sudah banyak dorongan dari beragam pihak.

Proses pemindahan dan pencarian para korban tetap terus dilakukan oleh tim SAR campuran di wilayah-wilayah terdampak banjir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Upaya membuka akses jalan ke wilayah terdampak juga terus dikerjakan. Termasuk, pengiriman support kepada para pengungsi alias penduduk terdampak.

CNNIndonesia.com merangkum info dan kondisi terkini musibah di Sumatra, sebagai berikut:

776 meninggal dunia, 564 hilang

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 776 korban meninggal bumi dan 564 orang tetap lenyap akibat musibah tersebut hingga Kamis (4/12).

Secara rinci, di Aceh dilaporkan ada 277 korban meninggal bumi dan korban lenyap 193 orang. Kemudian, di Sumatra Utara dilaporkan ada 299 korban meninggal bumi dan 159 korban hilang.

Sedangkan di wilayah Sumatra Barat, tercatat korban meninggal sebanyak 200 orang dan 212 orang lainnya tetap dinyatakan hilang.

Pemkab Aceh Utara angkat tangan

Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi mengusulkan surat ke Presiden Prabowo Subianto soal ketidakmampuan untuk menangani musibah banjir bandang dan longsor di wilayah wilayahnya.

Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil dalam suratnya nan bernomor 400/1832/2025 mengatakan tingkat kerusakan wilayah itu melampaui musibah alam gempa dan tsunami Aceh terjadi pada 2004 silam begitupun daya rusaknya. Kata dia, banjir dan longsor telah memporak-porandakan 27 Kecamatan dan 852 desa.

"Bencana alam banjir nan terjadi di Kabupaten Aceh Utara daya rusaknya melampaui musibah alam gempa dan tsunami Aceh nan terjadi pada tahun 2004, di mana kerusakannya hanya terjadi di wilayah Pesisir. Sedangkan musibah alam banjir nan terjadi pada tanggal 26 November 2025 daya rusaknya meliputi seluruh wilayah Kabupaten Aceh Utara baik pesisir maupun pedalaman nan terdiri dari 27 kecamatan dan 852 Gampong/Desa," tulis Ismail A Jalil dalam suratnya nan dikutip CNNIndonesia.com, Rabu.

"Kami menyatakan ketidakmampuan upaya penanganan darurat musibah dan memohon kepada Bapak Presiden agar kiranya membantu penanganan banjir di Kabupaten Aceh Utara," lanjutnya.

Warga Tapteng terisolir

Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu mengatakan sejumlah desa tetap terisolir lantaran jalur darat tidak bisa dilalui.

Masinton juga mengungkapkan banyak penduduk nan terisolir terpaksa memperkuat hidup dengan mengonsumsi sumber pangan seadanya, termasuk durian.

"Di wilayah-wilayah nan belum tersentuh bantuan, penduduk terpaksa memperkuat dengan sumber pangan seadanya. Bahkan masyarakat di desa terisolir memperkuat hidup dengan makan durian di sekitar pemukiman," ucapnya, Rabu.

Disampaikan Masinton, hingga sekarang tim campuran tetap berupaya membuka akses jalan dengan perangkat berat agar support dapat masuk lebih cepat.

"Hari ke 8 musibah banjir bandang dan longsor Tapanuli Tengah, listrik belum menyala. Stok beras menipis, antrian panjang di pom bensin, stok gas elpiji menipis," ujarnya.

Warga Aceh Tamiang minum air keruh

Sementara itu, kondisi sejumlah pengungsi terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh juga tetap memprihatinkan. Mereka nan belum tersentuh support terpaksa minum genangan air hujan nan keruh untuk bisa memperkuat hidup.

"Pengungsi nan tidak dapat support kondisinya kelaparan, tolong kami bang, kami dari kemarin minum air keruh dari sungai," kata pengungsi di Kecamatan Kejuruan Muda, Rizki melalui sambungan telepon, Rabu (3/12).

Juru Bicara Pemkab Aceh Tamiang Agusliayana Devita mengatakan saat ini wilayah itu tetap belum kondusif dan sejumlah Kecamatan tetap terputus akses.

Ia juga membenarkan sebagian pengungsi nan terisolir dan minim logistik masuk lantaran akses terputus memilih untuk minum air genangan.

"Bukan air jejak banjir, tapi air sungai, dan air hujan nan tetap tergenang, namun keruh tidak jernih, lantaran jika air banjir sudah pada surut saat ini," ucap dia.

Tiga wilayah di Aceh belum bisa diakses

BNPB turut melaporkan sebanyak tiga wilayah di Provinsi Aceh tetap belum bisa diakses menggunakan jalur darat imbas musibah banjir bandang dan tanah longsor.

"Untuk akses darat nan tetap susah di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Tapi ini kita bisa jangkau dari udara," kata kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari saat konvensi pers, Rabu.

Sementara itu, kata Abdul, untuk jalur darat menuju ke Aceh Tamiang, saat ini sudah bisa diakses dari Medan, Sumatra Utara (Sumut).

"Aceh Tamiang sudah bisa kita akses dari darat, dari Medan, sehingga relatif untuk akses darat nan tetap susah itu tiga (daerah)," ujarnya.

Kerusakan lingkungan perparah banjir

Pemerintah menyatakan kerusakan lingkungan turut andil memperparah kondisi musibah banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah di Sumatra.

Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengakui penyebab musibah ini bukan hanya lantaran cuaca nan ekstrem. Kata dia, penyebab musibah ini menjadi perhatian serius pemerintah.

"Penyebab musibah ini jadi perhatian juga dan selain cuaca ekstrem. Tentunya ada aspek kerusakan lingkungan nan memperparah bencana," kata Teddy di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu.

Sementara itu, Menko PMK Pratikno mengatakan pemerintah telah turun tangan menelusuri dugaan gelondongan kayu nan terseret arus banjir. Ia berujar pemerintah terus menelusuri pihak nan diduga melakukan pelanggaran lewat kajian Citra.

"Saat ini satgas penertiban area rimba sudah turun tangan, menelusuri dugaan gelondongan kayu nan banyak terbawa arus banjir," ucap dia.

(dis/isn)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru