CNN Indonesia
Kamis, 09 Apr 2026 10:30 WIB
Kota Whittier di Alaska, Amerika Serikat. (istockphoto/Kristian1108)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada satu kota nan nyaris semua penduduknya hidup di bawah satu genting nan sama. Di sebuah gedung itu, terdapat sekolah, kantor, klinik, minimarket, gereja, instansi polisi, hingga instansi pemerintahan, nan lokasinya beda lantai saja.
Nama kota itu Whittier nan berlokasi di Alaska, Amerika Serikat (AS). Hampir 85 persen penduduknya alias sekitar 300 orang nan tinggal di kota ini tinggal di satu gedung nan sama, Begich Towers of Whittier.
Menariknya lagi, mereka apalagi enggak perlu keluar gedung untuk beraktivitas. Apartemen dengan 14 lantai ini sudah menjadi pusat peradaban kota Whittier. Bagaimana awal mulanya dan seperti apa mereka menjalani hidup di satu atap?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Whittier adalah kota mini di Alaska nan terletak di atas pegunungan tinggi dan berselimut salju tebal. Dulu, lebih tepatnya 15 tahun nan lalu, jika mau berjamu ke kota ini hanya bisa menggunakan kapal, lantaran aksesnya sangat susah pada saat itu.
Namun, sekarang ada Terowongan Anton Anderson Memorial Tunnel nan memudahkan perjalanan ke Whittier. Sayangnya,i terowongan ini punya 'jam malam', visitor sudah tidak bisa menembusnya lagi di atas pukul 22.30 waktu setempat.
Sementara pagi harinya, terowongan buka mulai pukul 7 pagi ketika musim dingin. Ini adalah terowongan satu arah, jadi ada agenda operasional nan membuka terowongan selama 15 menit sekali.
Kira-kira seperti itu akses dan jalanan di Whittier, cukup susah apalagi kendaraan besar hanya diizinkan lewat dari hari Senin-Kamis.
Sepanjang tahun berlalu, masyarakat kudu menghadapi hidup dengan cuaca nan buruk. Saat musim dingin tiba, suhu Whittier apalagi mencapai rekor terendah -34 derajat celsius. Kota ini tak pernah hangat dan suhu paling panasnya hanya 14 derajat celcius.
Karena cuaca ekstrem ini, masyarakat jadi susah beraktivitas. Akses melewati jalan jika kudu keluar kota pun tidak sebebas itu. Atas dasar perihal ini, sebuah peradaban dan langkah hidup nan baru terbentuk di Whittier.
Pada tahun 1957, dibangun sebuah gedung di Whittier. Awalnya untuk markas besar Korps Zeni Angkatan Darat Amerika Serikat, terdiri dari sekitar 150 unit apartemen nan tersebar di 14 lantai gedung tersebut.
Dulu waktu pertama kali beroperasi, nama gedung tersebut Hodge Building, tapi sejak 1972 hingga sekarang disebut Begich Towers. Nama ini untuk mengenang mendiang personil Kongres Alaska nan menghilang di Whittier, Nick Begich.
Lama-kelamaan, nyaris semua masyarakat kota justru memilih tinggal di dalam Begich Towers. Alasannya, lantaran cuaca di luar sangat ekstrem sehingga mereka memindahkan seisi kota ke dalam satu gedung.
Mereka mempunyai semua nan dibutuhkan di sana. Kantor polisi, minimarket, gereja, laundry, klinik, apalagi instansi pemerintah hanya beda lantai saja di gedung ini. Jadi bisa dibayangkan, setiap harinya masyarakat hanya perlu memencet lift untuk pergi ke satu tempat.
Anak-anak nan mau pergi ke sekolah juga tidak perlu keluar gedung dan melangkah di tengah cuaca dingin. Whittier School sudah terhubung dengan lantai dasar Begich Towers, dapat diakses menggunakan sebuah terowongan.
Selain itu, ada taman bermain di dalam ruangan nan menjadi markas perkumpulan anak-anak Whittier. Gedung ini betul-betul sangat ramai lantaran hiruk-pikuk kota.
"Bagi saya, ini seperti rumah. Pada umumnya, Anda mengenal semua orang. Ini adalah organisasi di bawah satu atap. Kami mempunyai semua nan kami butuhkan," jelas pembimbing nan tinggal di Begich Towers, Erika Thompson, mengutip National Geographic.
Semua orang bertetangga. Teman sekelas, kawan sekantor, guru, dokter, polisi sampai kurir pos. Mereka hidup dengan normal, menjalankan perannya masing-masing di dalam sana. Bayangkan jika ada rumor nan beredar, mungkin hanya dalam semalam seisi kota bisa langsung mengetahuinya lantaran setiap rumah di sini hanya berbeda kamar.
Jika mau berjamu ke Whittier, ada sejumlah destinasi dan aktivitas menarik nan bisa dilakukan. Mulai dari pelayaran gletser, memancing, mendaki, berkayak, main jet ski, menyelam, hingga memandang Museum Prince William Sound.
Menginapnya tidak kudu di Begich Towers nan sudah padat masyarakat itu, lantaran terdapat sebuah penginapan di Whittier untuk pengunjung, ialah Inn at Whittier.
(ana/wiw)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·