CNN Indonesia
Selasa, 24 Feb 2026 20:15 WIB
Berikut kronologi masalah Battle of Fates nan dikecam polisi dan pemadam kebakaran Korea Selatan hingga tim produksi minta maaf. (Disney+)
Jakarta, CNN Indonesia --
Battle of Fates terjerat masalah baru. Acara tersebut kembali dikritik lantaran menjadikan kasus kematian seorang polisi sebagai materi permainan, setelah melakukan perihal serupa pada kematian petugas pemadam kebakaran.
Publik mengecam komentar tidak layak dari para pengisi aktivitas serta proses penyuntingan nan dianggap tidak peka dalam menjadikan kasus sebagai materi, sehingga tim produksi dituntut bertanggung jawab.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah bermulai dari misi nan membahas mendiang petugas pemadam kebakaran, Kim Cheol-hong. Tim menggunakan metode ramalan untuk memperkirakan tentang penyebab kematian Kim, nan gugur saat menyelamatkan penduduk dalam kebakaran di Hongje-dong pada 2001.
Acara itu menampilkan wajah korban dan tanggal lahirnya, nan memicu kemarahan besar dari pihak keluarga.
Adik kandung korban, Mr. A, mengkritik keras dengan mengatakan klaim aktivitas untuk menghormati pengorbanan kakaknya hanyalah kedok untuk konten nan sensasional. Ia juga mempertanyakan soal izin diperoleh dengan langkah jujur alias tidak.
The Chosun Daily pada Selasa (24/2) memberitakan bahwa kerabat lain, Mr. B, menambahkan bahwa pihak family tidak mendapatkan penjelasan nan cukup.
[Gambas:Video CNN]
Serikat Pemadam Kebakaran juga menyatakan bahwa kematian saat bekerja adalah pengorbanan publik nan kudu dihormati negara, dan mereka mempertimbangkan langkah norma lantaran Battle of Fates.
Menanggapi perihal itu, tim produksi meminta maaf dan mengaku telah menggunakan info tersebut atas izin keluarga. Namun, mereka menyadari proses perizinan itu tidak tersampaikan dengan baik kepada seluruh personil family besar korban.
Namun, kontroversi baru muncul sesaat setelah permintaan maaf untuk kasus petugas pemadam kebakaran dirilis.
Dalam bagian nan sama, seorang peserta aktivitas menggunakan istilah kasar 'kalppang' (slang untuk penikaman) untuk membahas kematian personil polisi Lee Jae-hyun nan gugur pada Agustus 2004 saat mencoba menangkap tersangka kekerasan di Seoul.
Selama segmen tersebut, seorang peserta dukun memperkirakan tentang penyebab kematian menggunakan istilah gaul nan merujuk pada penusukan, kalppang. Jun Hyun-moo kemudian mengulang ungkapan tersebut.
Pihak kepolisian menilai perihal itu sebagai corak penghinaan dan luka kedua bagi family korban.
Dewan Kerja Kepolisian Nasional menuntut permintaan maaf resmi, penghapusan bagian tersebut dari semua platform, serta balasan berat dari Komisi Standar Komunikasi Korea.
Mereka menyatakan bahwa kematian saat bekerja adalah tragedi family sekaligus kerugian bagi negara, sehingga kehormatannya kudu dijaga dari konsumsi intermezo nan tidak etis.
Terpisah, SM C&C selaku agensi Jun Hyun-moo segera meminta maaf dan berjanji perihal serupa tidak bakal terulang. Namun, tim produksi aktivitas belum mengeluarkan pernyataan tambahan hingga saat ini.
Di internet, netizen banyak menyalahkan tim produksi lantaran membiarkan komentar kasar tersebut tetap tayang tanpa diedit.
Banyak pula nan beranggapan bahwa sejak awal menjadikan kematian petugas nan gugur sebagai topik intermezo adalah sebuah kesalahan besar. Fokus utama masalah ini adalah gimana pengorbanan demi kepentingan publik dijadikan perangkat untuk menarik penonton.
Battle of Fates adalah variety show Korea nan menggabungkan komponen misteri dan ramalan. Dalam aktivitas ini, para pengisi aktivitas ditantang menyelesaikan beragam misi alias memecahkan rahasia di kembali peristiwa tertentu.
Mereka memecahkan misi dengan menggunakan support metode tradisional, seperti ramalan, pembacaan garis tangan, hingga kajian karakter individu.
Program ini bermaksud menyuguhkan intermezo bertema supranatural dan deduksi. Setiap episodenya berfokus pada pengungkapan fakta-fakta tersembunyi melalui perspektif pandang metafisika nan dikemas secara dramatis bagi penonton.
(chri)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·