slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kronologi Dugaan Pemalakan Jatah Proyek Rp5 T Versi Kadin Cilegon

Sedang Trending 11 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cilegon menuturkan kronologi kejadian jenis mereka hingga muncul dugaan pemalakan jatah proyek Chandra Asri Group senilai Rp5 triliun nan videonya viral.

Wakil Ketua Umum I Kadin Cilegon Isbatullah Alibasja menjelaskan sejumlah poin untuk meluruskan kegaduhan nan timbul dari video viral di media sosial. Pada video tersebut, oknum pengusaha Kadin Cilegon ngotot meminta jatah proyek Rp5 triliun tanpa tender.

Jatah ini mengenai proyek investasi pembangunan pabrik Chlor Alkali-Ethylene Dichloride (CA-EDC) senilai Rp15 triliun milik Chandra Asri Group. Adu mulut pun tak terhindarkan dengan pihak PT Chengda selaku kontraktor utama proyek tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanpa ada lelang! Porsinya kudu jelas, tanpa ada lelang, Rp5 triliun untuk Kadin, Rp3 triliun untuk Kadin," ucap oknum pengusaha tersebut dengan nada tinggi.

Berikut kronologi kejadian dalam pertemuan antara Kadin Cilegon dengan kontraktor proyek hingga muncul ucapan meminta jatah proyek Rp5 triliun nan videonya viral:

1. Ogah hanya nonton

Wakil Ketua Umum I Kadin Cilegon Isbatullah Alibasja menegaskan para pengusaha lokal ogah jika hanya menjadi penonton dalam proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Kadin Cilegon mau ikut terlibat.

Pria nan berkawan disapa Isbat itu menyatakan mendukung penuh investasi nan ada di Cilegon, Banten. Kendati, Kadin Cilegon berambisi agar investasi tersebut melibatkan pengusaha lokal.

"Masa proyek dengan nilai investasi Rp15 triliun, masa pengusaha lokalnya nonton? Enggak bagus juga. Karena itu kan gak tuntas video itu, nan viralnya justru Rp5 triliun tanpa tender," dalih Isbat, dikutip dari detikcom, Kamis (15/5).

"Artinya, kita menyambut baik (investasi), hanya angan kita agar libatkanlah pengusaha lokal nan kira-kira mampu, nan punya kualifikasi. Tolong diakomodir agar ada akibat multiplier effect-nya investasi nan Rp15 triliun ini," sambungnya.

2. Bantah palak Rp5 triliun

Kadin Cilegon membantah tindakan pemalakan Rp5 triliun tersebut. Isbat menegaskan mengerti bahwa nomor sebesar itu tidak mungkin diberikan cuma-cuma.

"Kita juga paham, mana ada proyek nan Rp5 triliun tanpa tender," tegas Isbat.

Ia mengatakan pihaknya sadar bahwa proyek triliunan rupiah kudu melalui tender alias lelang. Kadin Cilegon menyatakan menghormati prosedur internal perusahaan mengenai sistem nan bakal ditempuh untuk menggarap proyek tersebut.

Kadin Cilegon menyatakan juga telah berkomunikasi dengan penanammodal proyek, ialah PT Chandra Asri Alkali (CAA). Bahkan, Isbat menyebut pertemuan dengan CAA sudah berjalan lebih dari sekali sebelum akhirnya viral video dugaan pemalakan.

"Sekitar 1 bulan nan lalu, beberapa minggu sebelum kejadian itu, Kadin Cilegon mengundang secara persuasif owner-owner. Dalam perihal ini kan ada Chandra Asri sebagai induknya, ada CAA (anak usaha), dan kita undang juga main kontraktor," jelasnya.

"Ini (kontraktor) ada dua, satu, Chengda joint operation (JO) dengan Total Persada. Kedua, PT PP JO dengan Seven Gate Indonesia. Kalau enggak salah, pertemuan itu ada 3 kali-4 kali, rangkaian sebelumnya sudah ada pertemuan," imbuh Isbat.

3. Ada hambatan komunikasi, inisiatif sidak proyek

Meski sudah melakukan sejumlah pertemuan, Kadin Cilegon mengakui ada kendala. Akhirnya, para pengusaha lokal itu berinisiatif untuk mendatangi langsung letak proyek.

"Kita inisiatif lah ceritanya, Kadin (Cilegon) untuk (datang) ke site, untuk sidak. Sebenarnya bukan untuk menyetop pekerjaan, sebenarnya kita pengin lihat di lapangan seperti apa gitu loh," klaim Isbat.

Namun, dia mengaku situasi di letak tidak kondusif. Isbat menyebut ada juga pihak lain nan berasal dari organisasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI), dan pengusaha lokal Cilegon lainnya.

Sedangkan pihak nan menerima kehadiran mereka hanya Chengda. Isbat mengatakan situasi semakin tidak dapat dikondisikan lantaran sang kontraktor tak bisa mengambil keputusan.


Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru