Jakarta, CNN Indonesia --
Timnas Iran, lewat Menteri Pemuda dan Olahraga Ahmad Donyamali, menyatakan mundur dari Piala Dunia 2026. Berikut kronologinya.
Team Melli nan berfaedah tim nasional, julukan Iran, lolos Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi. Iran memastikan satu tempat dalam pesta sepak bola sejagad ini pada 10 Juni 2025.
Setelah menang 3-0 atas Korea Utara pada fase ketiga kualifikasi area Asia, Iran memuncaki klasemen Grup A. Mehdi Taremi dan kawan-kawan mengoleksi 23 poin dari 10 laga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah kesuksesan tersebut, tepatnya pada 13 Juni 2025, Amerika Serikat (AS) nan adalah tuan rumah Piala Dunia 2026, menyerang wilayah Iran dengan rudal.
AS berbareng Israel menyerang kediaman pribadi petinggi militer, instalasi militer, dan intelektual nuklir Iran. Serangan ini membikin Iran membalas. Perang berjalan 12 hari.
Dari sini muncul kekhawatiran Iran memboikot Piala Dunia 2026. Apalagi, sejak 9 Juni 2025 pihak AS, dalam perihal ini Donald Trump tidak menerima paspor Iran masuk AS selama Piala Dunia 2026.
Pada awal Desember 2026, sepekan sebelum undian babak grup Piala Dunia 2026, AS tak menerima semua perwakilan Iran nan bakal ambil bagian dalam undian di Washington.
Federasi Sepak bola Republik Islam Iran (FFIRI) sempat menyatakan memboikot undian ini. Namun, setelah dirayu FIFA, beberapa perwakilan Iran tetap datang di Washington.
Memasuki 2026, ketegangan politik Iran dengan AS-Israel meninggi. Dan, tiba-tiba, saat tetap berjalan perundingan, AS-Israel membombardir Iran pada 28 Februari 2026.
Dalam serangan Sabtu pagi ini sejumlah petinggi militer Iran meninggal dunia. Bahkan, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei jadi salah satu korban meninggal dunia.
Pemerintah Iran marah besar dengan tindakan agresor ini. Bombardir jawaban dilakukan Iran untuk membalas tindakan 'terorisme' ini ke wilayah Israel dan letak militer AS di Teluk.
Sehari setelah serangan itu, Ketua FFIRI Mehdi Taj menyebut ada potensi Iran mundur dari Piala Dunia 2026. Namun, kepastian sikap FFIRI tergantung dari perintah pemerintah.
"Setelah serangan ini [terhadap Iran], kami tidak bisa berambisi menantikan Piala Dunia dengan penuh harapan," kata Taj dalam wawancara dengan media Iran pada 1 Maret.
Pernyataan ini memunculkan spekulasi. FIFA lantas merespons bahwa Iran bakal tetap menjadi bagian Piala Dunia 2026. Posisi Iran di AS juga diupayakan kondusif dari gangguan.
FIFA menyebut Trump bakal menerima Iran di AS. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyebut persiapan Piala Dunia 2026 juga tetap menjadikan Iran sebagai bagian penting.
"Selama diskusi, Presiden Trump menegaskan kembali bahwa tim Iran tentu saja dipersilakan untuk berkompetisi di turnamen di Amerika Serikat," kata Infantino dalam rilis FIFA.
Rupanya, mengingat perang AS-Israel dengan Iran tak kunjung reda, Menteri Pemuda dan Olahraga Iran membikin pernyataan negeri para mullah tersebut mundur dari Piala Dunia 2026.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali dalam wawancara dengan televisi Iran, Rabu (11/3). Ia menyebut tampil di Piala Dunia 2026 sudah tak relevan lagi.
"Mengingat rezim korup ini [AS] telah membunuh pemimpin kami, dalam keadaan apa pun kami tidak dapat berperan-serta dalam Piala Dunia," kata Donyamali dilansir dari Al Jazeera.
Status AS sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, berbareng Meksiko dan Kanada, menjadi salah satu argumen Iran mundur. Diskriminasi AS atas penduduk Iran juga menjadi penyebabnya.
"Anak-anak kami tidak kondusif dan pada dasarnya kondisi untuk berperan-serta seperti itu tidak ada. Mengingat tindakan jahat nan telah mereka lakukan terhadap Iran," ucap Donyamali.
"Mereka memicu dua perang terhadap kami selama delapan alias sembilan bulan dan membunuh serta memartir ribuan rakyat kami. Oleh lantaran itu, kami tentu tidak dapat mempunyai kehadiran seperti itu."
Meski sudah diucapkan otoritas resmi, hingga buletin ini ditayangkan belum ada surat resmi nan disampaikan ke FIFA. Organisasi sepak bola bumi ini juga belum membikin pernyataan sikap resmi.
[Gambas:Video CNN]
(abs)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·