Jakarta, CNN Indonesia --
Kucing adalah salah satu mamalia nan banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Kucing juga menjadi hewan nan banyak dijadikan sebagai hewan peliharaan.
Kucing juga mempunyai banyak ras mulai dari ras Eropa hingga ras original Indonesia. Tahukah kamu, kucing berkembang biak dengan langkah apa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kucing dikenal sebagai hewan mamalia nan bisa melahirkan banyak anak dengan langkah kawin. Ini berfaedah untuk bisa membikin keturunan, kucing kudu melakukan perkawinan terlebih dahulu.
Cara kucing berkembang biak
Kucing adalah mamalia atau hewan nan menyusui dan berkembang biak dengan langkah beranak alias vivipar.
Melansir dari buku Panduan Belajar dan Evaluasi IPA SD/MD Kelas 6, anak kucing berasal dari pertemuan antara bibit kucing betina dan bibit kucing jantan.
Benih kucing betina dinamakan sel telur, sedangkan bibit kucing jantan disebut sel sperma. Terjadinya pertemuan sel sperma dengan sel telur dinamakan perkawinan hingga menghasilkan zigot.
Zigot bakal tumbuh dan berkembang di dalam rahim kucing betina. Selanjutnya bayi kucing bakal dilahirkan. Jadi, kucing berkembang biak dengan langkah melahirkan alias vivipar dan bukan menetas dari telur nan tetap berada di dalam induk (ovipar).
Masa kehamilan kucing
Berapa lama proses kucing hamil? Rata-rata masa kucing mengandung adalah 63-65 hari alias sekitar dua bulan. Selama mengandung kucing mengalami perubahan perilaku yakni:
1. Perubahan fisik
- Siklus estrus berhenti
- Puting susu membengkak
- Berat badan bertambah
- Muntah
- Perut membesar
2. Perubahan perilaku
- Menjadi lebih penyayang
- Sering tidur
Proses kucing melahirkan
Ketika kucing memasuki masa melahirkan, kucing mengandung bakal melakukan beberapa perilaku seperti:
1. Bersarang
Kucing nan mengandung bakal bersarang untuk mencari tempat nan nyaman ketika nantinya melahirkan. Jadi tidak jarang mereka membawa kardus alias barang lain untuk membikin sarangnya.
Dalam kondisi tersebut, kucing biasanya bakal menakut-nakuti kucing lain untuk melindungi sarangnya.
2. Gelisah
Kucing juga bakal merasa resah dan resah sehari hari sebelum masa persalinannya. Contoh perilakunya seperti sering melangkah mondar mandir, terengah-engah, apalagi berakhir makan.
3. Sering mengeong
Kucing nan bakal melahirkan biasanya juga sering mengeong secara berlebihan dibandingkan biasanya.
4. Suhu tubuh turun
12 sampai 35 jam menjelang proses melahirkan, suhu tubuh kucing bakal menurun di bawah suhu normalnya, ialah kurang dari 38 derajat Celcius. Dalam kondisi tersebut kucing juga bisa mengalami muntah.
5. Menjilati vulva
Kucing nan bakal melahirkan bisanya juga lebih sering menjilati tubuhnya secara berlebihan, terutama di sekitar wilayah vulva alias perangkat kelamin bagian luar. Tujuannya untuk membersihkan kotoran mini sebelum melahirkan.
6. Kontraksi
Setelah bakal memasuki proses melahirkan, kucing bakal mengalami kontraksi dan mengejan. Biasanya anak kucing pertama lahir dalam waktu 30 menit setelah mulai mengejan.
Anak kucing selanjutnya bakal lahir setiap 10-60 menit. Anak kucing biasanya lahir di dalam kantung tipis. Oleh lantaran itu, induknya kudu menyobek kantung tersebut agar anaknya bisa bernapas.
Itulah penjelasan tentang kucing berkembang biak dengan langkah apa nan sekarang sudah Anda ketahui. Kucing berkembang biak dengan cara vivipar atau perkembangbiakan hewan dengan langkah melahirkan. Selamat belajar.
(via/juh)
[Gambas:Video CNN]
7 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·