slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Kumpulan Contoh Teks Khutbah Jumat Tentang Tahun Baru Islam 2025

Sedang Trending 9 bulan yang lalu
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Menjelang pergantian almanak Hijriah, banyak umat Muslim nan mencari contoh khutbah Jumat tentang Tahun Baru Islam untuk disampaikan di masjid-masjid. Tema ini menjadi sangat krusial lantaran khutbah Jumat merupakan rukun dalam sholat Jumat yang tidak boleh ditinggalkan.

Dalam tradisi Islam, Tahun Baru Hijriah bukan sekadar pergantian nomor tahun, tetapi mengandung makna spiritual nan dalam. Momentum ini menjadi arena refleksi diri dan rayuan untuk berhijrah secara maknawi menuju kehidupan nan lebih baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oleh lantaran itu, contoh khutbah Jumat tentang Tahun Baru Islam perlu menyoroti nilai-nilai ketakwaan, keikhlasan, dan tekad untuk memperbaiki diri di tahun nan baru.

Struktur dan rukun khutbah Jumat

Sebelum menyampaikan khutbah, krusial bagi khatib memahami syarat dan rukun khutbah Jumat, di antaranya:

  1. Khutbah dilakukan setelah masuk waktu Dzuhur.
  2. Khatib dalam keadaan suci dari hadas dan najis.
  3. Terdapat dua khutbah, diselingi duduk singkat.
  4. Harus memuat pujian kepada Allah, shalawat, wasiat takwa, referensi ayat Al Quran, dan angan untuk kaum Muslimin.

Dengan memenuhi syarat-syarat tersebut, khutbah menjadi sah dan berakibat positif bagi jamaah.


Contoh teks khutbah Jumat Tahun Baru Islam

Dilansir dari NU Online, berikut contoh khutbah Jumat singkat tema tahun baru Islam nan bisa disimak.


Contoh khutbah Jumat I)

Hadirin nan dirahmati Allah,
Kita patut berterima kasih lantaran telah diberikan umur dan kesempatan untuk memasuki Tahun Baru Islam 1447 H. Ini bukan sekadar pergantian waktu, tetapi momen untuk muhasabah (introspeksi diri), memaknai kembali arah hidup kita sebagai Muslim.

Rasulullah SAW memulai almanak Hijriah dengan peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah. Peristiwa itu bukan sekadar pindah tempat, melainkan simbol perubahan, perjuangan, dan pengorbanan demi kebaikan. Maka, marilah kita hijrah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari lalai menjadi sadar, dari malas menjadi produktif dalam ibadah.

Kaum Muslimin Rahimakumullah,

Di bulan Muharram ini, terdapat banyak ibadah nan bisa kita lakukan, seperti:

Berpuasa di hari Tasu'a dan Asyura (9-10 Muharram), sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW (HR Muslim).

Berdoa di awal tahun, seperti angan nan dipanjatkan para sahabat Nabi: "Allahumma adkhilhu 'alaina bil-amni wal-imani...."

Bersedekah, terutama kepada anak-anak yatim dan family nan membutuhkan, seperti sabda Nabi: "Barang siapa melapangkan keluarganya pada hari Asyura, Allah bakal melapangkan hidupnya sepanjang tahun." (HR al-Baihaqi)

Bersyukur atas nikmat umur, lantaran kita telah melewati satu tahun dan memasuki tahun baru. Ingatlah firman Allah:

"Jika Anda bersyukur, pasti Aku tambah (nikmat kepadamu), dan jika Anda ingkar, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (QS Ibrahim: 7)

Demikian khutbah nan singkat ini, semoga bermanfaat.

بَارَكَ اللَّهُ لِىْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِيْ وَاِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَاِيَّاكُمْ تِلاَ وَتَهُ اِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ.


Contoh khutbah Jumat II)

اَلْحَمْدُ للهِ حَمْداً يُوَافِي نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَه، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِك. سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ لَا أُحْصِي ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِك. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَه، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُه. خَيْرَ نَبِيٍّ أَرْسَلَه. أَرْسَلَهُ اللهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيرْاً وَنَذِيْراً. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَاماً دَائِمَيْنِ مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن. أَمَّا بَعْدُ فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ: وَلِكُلٍّ وِجْهَةٌ هُوَ مُوَلِّيهَا ۖ فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ ۚ أَيْنَ مَا تَكُونُوا يَأْتِ بِكُمُ اللَّهُ جَمِيعًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ


Jamaah shalat Jumat nan dirahmati Allah SWT.

Segala puji serta syukur marilah kita panjatkan kepada Allah SWT atas segala nikmatnya, sehingga kita dapat berkumpul untuk melaksanakan tanggungjawab kita di hari nan penuh berkah ini.

Tentu, khatib beramanat kepada jamaah sekalian dan khususnya untuk diri khatib pribadi, marilah sama-sama kita menjaga kualitas ketakwaan kita sembari berupaya secara perlahan untuk meningkatkannya.

Sebab dengan ketakwaan, Allah bakal memberikan jalan kemudahan di setiap problem kehidupan nan kita alami.

Jemaah shalat Jumat nan dirahmati Allah SWT,

Di awal Tahun Baru Islam ini marilah kita berintrospeksi apakah tahun ini kita lalui dengan penuh kebaikan, peningkatan ketakwaan serta kebaikan ibadah kita. Apakah pada tahun ini hubungan kita dengan orang-orang sekitar kita semakin selaras alias sebaliknya.

Begitu pun hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta'ala. Pada tahun ini, sudah berapa banyak kita belanjakan kekayaan kita di jalan Allah? Atau kita hanya larut dalam ketamakan dan nafsu mengejar bumi tanpa tersentuh hati kita untuk menyedekahkan rezeki nan kita dapat.

Begitu pun dengan ragam kebaikan ibadah nan kita lakukan, apakah sudah kita sempurnakan dengan ibadah sunah lainnya? Apakah diri kita tergerak lantaran mengejar rida Allah? Atau sejauh ini lantaran hanya untuk menggugurkan tanggungjawab saja.

Jamaah nan dirahmati Allah SWT,

Sebagai seorang muslim kita mesti memperhatikan perbuatan nan kita lakukan karena di alambaka kelak bakal dipertanggungjawabkan. Jangan sampai kita lalai dan lupa bahwa setelah kehidupan bumi ada kehidupan akhirat. Allah SWT. berfirman dalam Al-Quran surah al-Hasyr ayat 18:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya, "Hai orang-orang nan beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa nan telah diperbuatnya untuk hari besok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa nan Anda kerjakan. (QS al-Hasyr: 18)

Ayat nan tadi dibacakan perlu kita renungi sebagai pengingat di penghujung tahun ini. Bukan hanya sebagai pengingat sehingga diri kita melakukan muhasabah, bakal tetapi untuk memperbaiki diri kita di tahun selanjutnya.

Bukan sekadar motivasi nan dibutuhkan untuk menjadi pribadi nan lebih baik, namun kita dituntut untuk bergerak dan melakukan perubahan sedikit demi sedikit dengan upaya nan nyata. Jamaah nan berbahagia, berikut beberapa perihal nan dapat dilakukan untuk memperbaiki diri.

Pertama, niatkan diri kita untuk menjadi lebih baik sejak saat ini. Dengan niat, seorang muslim dapat memelihara tujuan nan mau dicapainya. Itulah kenapa ibadah-ibadah dalam Islam diawali dengan niat. Di sisi lain, Rasululullah shallahu alaihi wa sallam pernah bersabda:

نِيةُ المُؤْمِنِ خَيْرٌ مِنْ عَمَلِهِ

Artinya: "Niat seorang mukmin lebih utama dari pada amalnya."

Hadits tersebut menegaskan bahwa niat lebih baik daripada perbuatan nan kita lakukan, oleh karena itu perlu kita mengawali perubahan diri kita kepada nan lebih baik dengan niat nan baik. Hadis ini, tidak sama sekali mendukung seseorang untuk merencanakan sesuatu kemudian tidak merealisasikannya. Karena niat adalah suatu kehendak nan disertai dengan perbuatan.

Jemaah shalat Jumat nan dirahmati Allah SWT.

Yang kedua, melakukan tobat atas kemaksiatan nan kita lakukan di tahun lampau dan berkomitmen untuk berupaya tidak mengulanginya di tahun depan. Mungkin untuk bertobat saja adalah perihal nan tidak begitu sulit, namun komitmen untuk tidak mengulanginya butuh upaya nan gigih dari diri seorang muslim. Jamaah sekalian, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dalam sehari melakukan tobat seratus kali, kendati beliau sudah dijamin masuk surga. Beliau pernah bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ، فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ، مَرَّةٍ

Artinya, "Wahai sekalian manusia, bertobatlah kepada Allah, lantaran sesungguhnya saya juga bertobat kepada-Nya sehari seratus kali." (Hadis riwayat Imam Muslim)

Lantas gimana kita melakukan tobat? Cobalah dengan tahapan-tahapan nan ringan. Pertama niat untuk meninggalkan perbuatan tersebut, kedua memohon pembebasan kepada Allah SWT atas perbuatan nan selayaknya tidak kita lakukan.

Bacalah lafaz-lafaz istigfar seperti astagfirullahal 'azhim, dan sejenisnya. Lebih utama lagi, andaikan mengamalkan sayyidul istigfar nan pernah Nabi ajarkan:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Artinya: "Ya Allah, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan nan disembah selain Engkau. Engkau nan menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah dan janji-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan nan kuperbuat. Kepada-Mu, saya mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada nan mengampuni dosa selain Engkau."

Jamaah shalat Jumat nan dirahmati Allah SWT

Langkah ketiga nan bisa kita lakukan untuk memperbaiki diri kita adalah mensyukuri nikmat-nikmat nan telah Allah limpahkan kepada kita, khususnya nikmat ketaatan dan ibadah nan dapat kita jalankan karena rahmat dan taufik dari Allah SWT.

Di penghujung tahun ini, semoga kita dapat mempersiapkan diri untuk menjadi lebih baik dan lebih saleh. Semoga poin-poin nan telah disampaikan di atas dapat sama-sama kita jalankan. Janganlah menunda-nunda diri untuk melakukan kebaikan.

بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

Demikian kumpulan contoh teks khutbah Jumat tentang tahun baru Islam nan tiba sejenak lagi. Semoga bermanfaat!

(gas/fef)

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru