Jakarta, CNN Indonesia --
Liga Spanyol dilaporkan tidak bakal menerapkan peraturan Ramadan Breaks alias rehat di tengah laga untuk mempersilakan pemain nan berpuasa untuk berbuka.
Langkah nan diambil Liga Spanyol ini berbeda dengan nan terjadi di Liga Inggris dan Bundesliga. Dua kejuaraan itu telah menyatakan bakal memberhentikan pertandingan saat waktu berbuka untuk memberi waktu bagi para pemain nan berpuasa.
Liga Inggris sudah memberlakukan patokan ini sejak 2021. Setahun berselang, Bundesliga melakukan langkah serupa untuk menghormati pemain-pemain nan berpuasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelaksanaan ibadah Ramadan ditangani langsung antara pemain dan klub masing-masing, disesuaikan dengan operasional pertandingan normal," kata ahli bicara liga dilansir dari The Sporting News.
Klub-klub Liga Spanyol diperkuat sejumlah pemain muslim. Mulai dari wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, Brahim Diaz, Antonio Rudiger, Arda Guler (Real Madrid) hingga Abde Ezzalzouli (Real Betis).
Yamal diketahui turut menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim dengan berpuasa di bulan Ramadan ini. Bukan hanya itu, Yamal dilaporkan juga membatasi aksi-aksinya di ruang tukar tim.
Yamal tidak lagi menjadi DJ di ruang tukar selama Ramadan. Hal itu diungkapkan oleh dua rekannya di Blaugrana, Pedri dan Ferran Torres.
Waktu berbuka puasa di Spanyol berjalan sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Dengan demikian, pertandingan nan bakal menyediakan Ramadan Breaks adalah nan beririsan dengan waktu berbuka puasa di Negeri Matador.
[Gambas:Video CNN]
(jal/jal/abs)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·