Jakarta, CNN Indonesia --
Dua calon presiden Barcelona, Marc Ciria dan Victor Font, kompak menggunakan nama Lionel Messi sebagai senjata politik mereka di masa kampanye.
Messi jadi salah satu tokoh sentral dalam kampanye pemilihan presiden Barcelona setelah Joan Laporta menanggalkan jabatannya. Dua kandidat presiden sengaja membawa-bawa Messi untuk menarik suara.
Pertama, Marc Ciria membikin kejutan dengan memasang spanduk di sebuah gedung di Barcelona, nan bertuliskan: "Menantikan momen untuk berjumpa Anda lagi."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Spanduk itu memang tidak terang-terangan menuliskan nama maupun gambar wajah Messi secara jelas, tetapi semua orang memahami makna di kembali pesan tersebut. Spanduk itu dipasang tanpa sepengetahuan Messi.
Selain itu, Ciria juga mengaku telah menghubungi Messi lantaran konsentrasi utama kampanyenya adalah mengembalikan sang legenda.
Namun, Marca meyakini sejak awal Messi menolak untuk terlibat dalam kampanye kandidat mana pun.
Hal senada juga dilakukan Victor Font. Sang kandidat sudah mencoba menghubungi lingkar terdekat Messi melalui Gabrie Masfurroll. Namun, upaya ini tak berhasil.
Font kemudian menyatakan perbincangan tersebut sudah terjadi sejak lama namun tidak pernah langsung dengan Lionel Messi.
Marca menyimpulkan, kedua calon presiden Barcelona itu sudah menyalahgunakan gambaran Messi sebagai senjata politik mereka dalam masa kampanye. La Pulga sendiri tak pernah mau terlibat alias apalagi mendukung salah satu kandidat.
[Gambas:Video CNN]
(jun/jun/jal)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·