CNN Indonesia
Senin, 16 Feb 2026 10:45 WIB
Ilustrasi. Pahami tata langkah dan salam kunjungan kubur nan sesuai aliran Rasulullah. (iStock/Tinnakorn Jorruang)
Jakarta, CNN Indonesia --
Tradisi ziarah kubur telah lama menjadi bagian dari kehidupan umat Islam. Selain sebagai corak penghormatan kepada orang nan telah wafat, tata langkah dan salam kunjungan kubur juga mengandung nilai spiritual nan mengingatkan kita pada kematian serta kehidupan akhirat.
Dalam aliran Islam, kunjungan bukan sekadar mengunjungi makam, melainkan sarana memperkuat keagamaan sekaligus mendoakan para pendahulu agar memperoleh pembebasan dan rahmat dari Allah SWT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Praktik kunjungan kubur oleh Nabi Muhammad
Ziarah kubur apalagi dipraktikkan langsung oleh Nabi Muhammad. Dalam sejumlah riwayat, Rasulullah diketahui rutin mendatangi makam para sahabat di Jannat al-Baqi.
Dalam riwayat Shahih Muslim, disebutkan Rasulullah menyampaikan salam kepada para penunggu makam sebagai corak penghormatan sekaligus pengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya bakal mengalami kematian.
Salam nan diajarkan Rasulullah berbunyi, "Assalâmu'alaikum dâra qaumin mu'minîn wa atâkum mâ tû'adûn ghadan mu'ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn."
Salam tersebut mempunyai makna penghormatan kepada penunggu kubur sekaligus pengakuan bahwa manusia nan tetap hidup kelak bakal menyusul mereka.
Tidak hanya membaca salam, Rasulullah juga melanjutkannya dengan angan memohon maaf bagi para mahir kubur. Praktik ini menunjukkan bahwa kunjungan bukan sekadar tradisi, tetapi juga corak kepedulian spiritual kepada orang nan telah wafat.
Riwayat lain datang dari istri Rasulullah, Aisyah binti Abu Bakar, nan pernah menanyakan referensi nan sebaiknya diucapkan saat berziarah.
Rasulullah kemudian mengajarkan redaksi salam nan serupa, ialah mendoakan para penunggu kubur sekaligus memohon rahmat bagi mereka nan telah meninggal maupun nan tetap hidup.
Selain mengajarkan referensi salam dan doa, ustadz juga menjelaskan etika kunjungan kubur. Salah satunya disampaikan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Adzkar.
Ia menyebut peziarah dianjurkan memperbanyak membaca Al-Qur'an, berdzikir, dan memanjatkan angan untuk penunggu makam serta seluruh umat Islam nan telah wafat.
Tata langkah dan salam kunjungan kubur
Agar kunjungan kubur dilakukan sesuai tuntunan, berikut beberapa tata langkah nan bisa dilakukan:
1. Mengucapkan salam kepada penunggu kubur
Salam menjadi corak penghormatan sekaligus pengingat bahwa kematian adalah keniscayaan bagi setiap manusia.
2. Mendoakan mahir kubur
Doa nan dipanjatkan bermaksud memohonkan pembebasan dan rahmat bagi orang nan telah meninggal dunia.
3. Memperbanyak dzikir dan membaca Al-Qur'an
Aktivitas ibadah ini dipercaya dapat menjadi kebaikan nan berfaedah bagi penunggu kubur.
4. Menjaga sikap dan etika selama ziarah
Peziarah dianjurkan menjaga ketenangan serta tidak meratap alias menangis berlebihan di area makam.
5. Mengambil pelajaran tentang kehidupan dan kematian
Ziarah diharapkan menjadi momen refleksi agar manusia lebih mempersiapkan bekal amal.
Dalam perspektif Islam, kunjungan kubur juga dapat dilakukan oleh laki-laki maupun wanita selama tetap menjaga adab. Tradisi ini apalagi dianjurkan untuk dilakukan secara berkala, khususnya ketika mengunjungi makam family alias orang saleh.
Lebih dari sekadar ritual, kunjungan kubur mengandung pesan mendalam tentang kefanaan hidup dan pentingnya mempersiapkan diri menghadapi kematian.
Dengan memahami tata langkah dan salam kunjungan kubur sesuai tuntunan Rasulullah, umat Islam tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT sekaligus mendoakan mereka nan telah lebih dulu meninggalkan dunia.
(rti)
[Gambas:Video CNN]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·