CNN Indonesia
Senin, 20 Apr 2026 21:15 WIB
Ilustrasi. Katanya, mengecat kuku warna merah efektif menarik perhatian pria. Hal ini sempat ramai di media sosial dengan istilah red nail theory. (Thinkstock/Flufi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pernah menemukan tips kencan unik? Media sosial pernah diramaikan dengan red nail theory. Jika kuku dipulas warna merah, niscaya kaum Adam bakal tertarik. Apa betul demikian?
Red nail theory sempat jadi tren. Istilah ini kali pertama dicetuskan pengguna TikTok Robyn Delmonte. Seperti dilansir dari Very Well Mind, disebutkan jika Anda menggunakan kuteks warna merah, maka Anda bisa menarik perhatian calon pasangan potensial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasar pengalaman Delmonte, setiap kali dia mengecat kuku warna merah, seorang laki-laki bakal mengomentarinya.
Red nail theory pun makin banyak diterapkan dan banyak nan menemukan respons positif. Kreator konten Taylor Donoghue mengaku didekati empat laki-laki setelah kukunya dicat merah.
Memahami red nail theory
Tindakan sesederhana mengecat kuku rupanya dapat menarik atensi dan membuka lebih banyak kesempatan menemukan calon pasangan. Tentu perihal ini layak dijajal kaum jomblo.
Menurut psikolog Stefanie Mazer, secara psikologis, ini soal kepercayaan diri nan dimunculkan warna merah. Merah memang dikaitkan dengan kepercayaan diri dan daya tarik.
"Jika seseorang percaya bahwa kuku merah membantu mereka menonjol, mereka berperilaku dan menampilkan diri secara berbeda, dan orang-orang bakal memperhatikannya," kata Mazer seperti dilansir dari Woman's Health Magazine.
Lantas, kenapa kuku merah bisa menarik perhatian sampai-sampai ada red nail theory?
Ilustrasi. Dalam red nail theory, cat kuku warna merah dianggap bisa menarik perhatian pria. (freepik.com)
Sebuah tulisan nan diterbitkan pada 2008 paling banyak dirujuk jika bicara soal kekuatan warna merah. Para peneliti melakukan penelitian dan menemukan laki-laki menilai wanita nan mengenakan busana merah lebih menarik dan diinginkan secara seksual.
Penelitian nan lebih baru menunjukkan bahwa pengaruh warna merah meluas ke beragam budaya. Temuan serupa juga terdapat di China sehingga membuktikan bahwa respons terhadap warna merah tak hanya terjadi di Barat.
"Menurut ilmu jiwa evolusioner, merah mungkin telah berevolusi di banyak jenis untuk menandakan dominasi, vitalitas, dan kesuburan," ujar Mazer.
Red nail theory dinilai sukses pada beberapa orang. Namun ada juga nan tidak merasakan perihal nan sama. Mazer berkata red nail theory bisa sukses tapi tidak instan seperti di media sosial.
Tidak semua orang mempunyai persepsi nan sama soal kuku merah alias warna merah.
Kemudian kekuatan sebenarnya warna merah ada pada si pemakai. Saat Anda merasa percaya diri memakai cat kuku merah, secara alami warna ini bakal memancarkan lebih banyak daya dan kehadiran sehingga orang bakal memperhatikan.
"Dalam perihal ini, kuku merah mungkin lebih efektif lantaran meningkatkan persepsi diri daripada lantaran warnanya sendiri," kata Mazer.
(els)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·