slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Mendag Bantah Minyak Goreng Langka Di Pasaran: Banyak, Coba Cek

Sedang Trending 6 hari yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso membantah anggapan minyak goreng langka di pasar meski belakangan masyarakat mengeluhkan sulitnya mendapatkan Minyakita.

Ia menegaskan pasokan minyak goreng secara umum tetap tersedia, hanya pengedaran Minyakita nan terbatas lantaran berasal dari skema unik pemerintah.

"Minyak goreng itu banyak. Coba cek ya. Saya kemarin ke ritel modern, minyak goreng banyak. Jadi enggak ada namanya minyak goreng itu langka," ujarnya di Jakarta International Expo, Jakarta Pusat, Kamis (16/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Budi, persepsi kelangkaan muncul lantaran masyarakat menjadikan Minyakita sebagai referensi utama. Padahal, di pasar tersedia beragam jenis minyak goreng lain, mulai dari merek pengganti hingga produk premium.

"Jadi jangan menyampaikan jika minyak kita enggak ada. Bilangnya, narasinya, minyak goreng enggak ada. nan dilihat itu Minyakita. Minyakita itu kan minyak DMO, jumlahnya terbatas," katanya.

Ia menjelaskan Minyakita merupakan minyak goreng dari tanggungjawab pasar domestik (domestic market obligation/DMO) nan volumenya memang tidak besar lantaran berjuntai pada pasokan ekspor. Kondisi ini membikin ketersediaannya tidak selalu merata di pasar.

Budi telah meminta produsen menghadirkan minyak goreng second brand setipe Minyakita, sebagai pengganti dengan nilai nan lebih terjangkau untuk menjaga keseimbangan pasar.

"Ada minyak second brand. Kita minta produsen membikin minyak second brand. Ini pembandingnya Minyakita. Kemudian juga ada minyak premium," ujarnya.

Terkait harga, dia mengakui terjadi kenaikan terbatas nan dipicu aspek biaya produksi, terutama bungkusan plastik.

"Ya ada sedikit juga naik. Karena kan imbas dari, kan mereka kemasannya plastik semua. Tapi enggak ada namanya kelangkaan," ucapnya.

Di sisi lain, keluhan mengenai Minyakita memang banyak muncul di lapangan. Sejumlah pedagang di Jakarta mengaku sudah berbulan-bulan tidak mendapatkan pasokan.

Di Pasar Tebet Barat, Jakarta Selatan, seorang pedagang berjulukan Elan mengaku tidak lagi menjual Minyakita sejak tiga bulan terakhir lantaran stok dari pemasok kosong. Kondisi serupa juga terjadi di Pasar Mampang Prapatan, di mana pedagang terakhir kali menjual Minyakita pada Januari lalu.

Keterbatasan pasokan ini membikin pedagang beranjak menjual minyak goreng bungkusan premium dan curah dengan nilai nan lebih tinggi.

Harga minyak goreng bungkusan nan sebelumnya sekitar Rp20 ribu per liter sekarang naik menjadi Rp22 ribu hingga Rp23 ribu, sementara minyak curah naik dari Rp18 ribu menjadi sekitar Rp20 ribu hingga Rp21 ribu per kilogram.

Sejumlah pedagang juga mengeluhkan skema pengedaran nan mengharuskan mereka membeli produk lain agar bisa mendapatkan Minyakita, sehingga menambah beban biaya usaha.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah melalui BUMN pangan tengah mendorong peningkatan pengedaran Minyakita. Skema penyaluran saat ini merujuk pada ketentuan minimal 30-35 persen dari DMO nan didistribusikan melalui BUMN seperti Perum Bulog, ID Food, dan Agrinas Palma.

Lonjakan permintaan Minyakita juga dipicu peralihan konsumen dari minyak curah ke minyak bungkusan seiring kenaikan nilai bahan baku plastik nan membikin biaya produksi meningkat.

[Gambas:Youtube]

(del/pta)

Add as a preferred
source on Google

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru