Jakarta, CNN Indonesia --
Serangan dan serbuan Israel ke sejumlah wilayah di Lebanon selatan telah menyebabkan 350 orang tewas dan ribuan lainnya terluka.
Bahksn Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan Tel Aviv akan mencaplok wilayah Gaza, Lebanon hingga Suriah. Keinginan tersebut sering dikaitkan dengan mimpi "Israel Raya".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indonesia memandang serangan Israel merupakan "pelanggaran serius" terhadap hukum internasional termasuk hukum humaniter internasional.
Setelah gagal menghancurkan Iran, tampaknya Israel beralih ke Lebanon di mana pasukan Hizbullah berada.
Mengapa ingin kuasai Lebanon?
Selama beberapa dekade, akar penyebab konflik antara Israel dan Lebanon adalah kelompok milisi bersenjata yang berbasis di Lebanon, awalnya Organisasi Pembebasan Palestina, dan sekarang Hizbullah.
Menurut laman Israel Policy Forum, terdapat beberapa poin perselisihan tambahan antara Israel dan Republik Lebanon.
Pertama, solidaritas Lebanon dengan rakyat Palestina. Kedua, pendudukan Israel atas wilayah Lebanon: Israel menguasai wilayah di Lebanon selatan dari tahun 1982 hingga 2000 dan, setelah perang baru-baru ini, mempertahankan lima pos militer di sisi perbatasan Lebanon yang berdekatan dengan komunitas Israel.
Tindakan Israel di Lebanon, termasuk intervensi politik di masa lalu dan aktivitas militer yang sedang berlangsung saat ini mengakibatkan kerusakan properti dan korban sipil.
Zona-zona sengketa kendali di sepanjang perbatasan de facto Israel dan Lebanon, yang dikenal sebagai Garis Biru-termasuk wilayah Har Dov, desa Alawite Ghajar, dan beberapa lainnya.
Kepentingan ideologis dan geopolitik Israel dan Hizbullah yang lebih luas adalah alasan utama yang mendasari konflik kontemporer Israel dengan Lebanon dan kemungkinan besar tidak akan berubah dalam waktu dekat, terlepas dari kebijakan Israel.
Perang antara Israel dan Hizbullah yang dimulai pada 8 Oktober 2023, berakhir dengan gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh Amerika Serikat pada November 2024.
Kemerosotan Hizbullah dan melemahnya poros location Iran telah memungkinkan kepemimpinan baru di Lebanon, dan pada gilirannya membuka peluang diplomasi antara Israel dan pemerintah Lebanon-sebagaimana dibuktikan oleh pembicaraan langsung baru-baru ini yang difasilitasi oleh AS dan Prancis di Naqoura.
Namun, demiliterisasi Lebanon selatan yang belum lengkap, kemungkinan Hizbullah untuk bangkit kembali, dan kekhawatiran atas kemampuan Angkatan Bersenjata Lebanon untuk mengamankan wilayah tersebut telah menyebabkan kehadiran IDF yang berkelanjutan, meskipun terbatas, dan menghalangi para pengungsi dari kota-kota perbatasan Israel untuk kembali ke rumah.
(imf/bac)
Add
arsenic a preferred root connected Google
[Gambas:Video CNN]
3 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·