Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin menggelar perbincangan berbareng Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Turki, pada Jumat (9/1) lalu.
Dalam perbincangan tersebut, Sjafrie menekankan pentingnya regenerasi ahli-ahli di bagian teknologi dengan latar belakang pengetahuan STEM untuk memperbaiki birokrasi di pemerintahan serta BUMN.
Sjafrie mengatakan saat ini Indonesia memerlukan talenta muda nan siap bekerja dan berkembang serta mempunyai nilai integritas nan tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah, kata dia, juga sedang menyiapkan sistem clearing house dan sistem cohort untuk menyaring menempatkan praktisi terbaik secara berjenjang dan meritokratis di posisi strategis.
"Masalah utama kita bukan pada kepintaran intelektual, tetapi integritas, nasionalisme, dan mentalitas," ujar Sjafrie dalam pidatonya, dikutip Minggu (11/1).
Lebih lanjut, Sjafrie juga mendorong agar mahasiswa nan sedang menimba pengetahuan di luar negeri untuk dapat kembali dan ikut membantu pengembangan Indonesia.
Ia juga mengingatkan generasi muda untuk membangun pekerjaan secara bertahap, berani menghadapi akibat dan tidak tergoda jalur instan tanpa pondasi kuat.
Terakhir, Sjafrie meminta mahasiswa Indonesia untuk realistis dan tidak menghabiskan waktu berdebat tentang hal-hal nan tidak relevan alias termakan rumor di media sosial.
"Kalau kau bersaing di luar, nan menjadi wasit adalah user Anda nan menggaji kamu. Tapi jika nan di dalam negeri, itu pemerintah dan atas nama rakyat nan gaji," tuturnya.
Sementara itu, Ketua PPI Turki Naura Arifa menekankan pentingnya integrasi secara sistematis lulusan Indonesia dari Turki ke dalam perencanaan sumber daya manusia (SDM) pertahanan nasional.
PPI Turki menilai Indonesia tetap menghadapi tantangan struktural pada aspek penyiapan dan penyerapan SDM berkompetensi tinggi, khususnya lulusan pendidikan tinggi luar negeri di bagian sains, teknologi, dan pertahanan.
Padahal, menurut info internal PPI Turki, diproyeksikan lonjakan lulusan terbesar bakal terjadi pada periode 2026-2027. Naura menolai talenta ini kudu dinavigasi dengan tepat agar terserap ke sektor strategis dan tidak menjadi loss of talent.
"Lulusan Indonesia dari Turki merupakan aset strategis nasional. Namun hingga kini, potensi tersebut belum terintegrasi secara sistematis dalam perencanaan SDM pertahanan nasional," ujarnya.
(fra/tfq/fra)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·