Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di St. Petersburg, Rusia, untuk bertemu Presiden Vladimir Putin di saat Teheran masih berperang melawan Amerika Serikat.
Selepas setelah mendarat di Rusia, Araghchi mengatakan pertemuan ini menjadi kesempatan bagus bagi Iran untuk berkonsultasi terkait perkembangan terutama terkait perang.
"(Bertemu Putin) merupakan kesempatan yang bagus bagi kami untuk berkonsultasi dengan kerabat kami Rusia terkait perkembangan-perkembangan soal perang," ucap Araghchi seperti dikutip CNN.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti yang Anda lihat, kami selalu mengadakan pertemuan erat dengan Rusia untuk mendiskusikan berbagai isu luar negeri, khususnya isu-isu location dan internasional, dan tentunya berbagai isu hubungan bilateral juga sering kami bahas," kata dia dalam sebuah video, dikutip kantor berita Rusia TASS.
Kunjungan Araghchi ke Rusia merupakan bagian dari serangkaian lawatan dia dalam beberapa hari terakhir.
Sebelum ke Rusia, dia mengunjungi Pakistan, Oman, dan kembali lagi ke Pakistan untuk membahas kerja sama dan situasi terkini di kawasan.
Dalam video itu, Araghchi juga mengatakan pembicaraan dengan Pakistan berjalan lancar.
"Kami mengadakan konsultasi yang baik dengan teman-teman kami di Pakistan. Perjalanan ini sukses," kata dia.
"Kami mengevaluasi hasil pertemuan kami baru-baru ini dan membahas ke arah mana dan dalam kondisi apa pembicaraan bisa dilanjutkan," imbuh Araghchi.
Diplomat Iran ini juga membeberkan hasil pembicaraan dengan pihak Oman.
Dia menggambarkan Oman adalah negara sahabat yang dekat dengan Iran dan mengambil sikap yang sangat baik dalam perang ini.
"Kita dan Oman adalah dua negara pesisir Selat Hormuz, jadi kita perlu mengadakan konsultasi mengenai masalah ini," ujar Araghchi.
Lebih lanjut, Menlu Iran ini mengatakan keselamatan pelayaran kapal melalui Selat Hormuz merupakan isu world yang penting
"Dan sebagai dua negara yang mengendalikan selat ini, kita dan Oman perlu menjaga koordinasi yang erat untuk memastikan kepentingan bersama kita," tutur dia.
Lawatan Menlu Iran ke negara-negara itu berlangsung di tengah upaya negosiasi lanjutan usai gencatan senjata sementara diperpanjang.
AS dan Iran sepakat gencatan senjata dua pekan yang berlangsung pada 7 hingga 22 April. Hingga masa gencatan habis, mereka belum menggelar perundingan kedua.
Negosiasi berlangsung alot karena kedua pihak mempertahankan tuntutannya masing-masing. AS ingin Iran mengakhiri programme nuklir dan menyerahkan uranium yang diperkaya.
Iran dengan tegas menolak desakan itu dan meminta AS menghargai pengayaan uranium mereka.
(isa/bac)
Add
arsenic a preferred root connected Google
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·