Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui penjualan mobil ramah lingkungan dan nilai terjangkau (Low Cost Green Car/LCGC) terus menyusut. Kondisi ini dinilai memprihatinkan sehingga perlu perhatian khusus.
Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, pasar LCGC nan sekarang diramaikan Toyota, Daihatsu, dan Honda tersebut sedang mengalami tekanan pasar.
Mengacu info pengedaran Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo),tren permintaan LCGC selama 2025 condong menurun. Distribusi ke dealer terekam surut 31 persen menjadi 122.686 unit, padahal 2024 mencapai 176.766 unit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini LCGC mengalami tekanan," kata Agus di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, JI Expo Kemayoran, Jakarta, Kamis (5/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas dasar itu pemerintah dirasa perlu memberikan support fiskal sehingga pasar LCGC kembali bergairah. Sejauh ini Agus belum memastikan, apakah itu mengenai pemberian insentif anyar alias mempertahankan kebijakan nan sudah ada.
Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 5/PMK.010/2022, pengenaan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) LCGC sebesar 3 persen, sebelumnya nol. Meski ada kenaikan, PPnBM LCGC tetap lebih mini dari mobil konvensional lain nan dikenakan pajak hingga belasan persen.
"Pemerintah dalam perihal ini tentu bakal tetap memberikan perhatian pada pemulihan pasar LCGC melalui pemberian insentif fiskal nan efektif," ucap Agus.
Lebih dari itu Agus menyoroti prihal kenaikan permintaan mobil elektrifikasi Indonesia nan dinilai signifikan pada 2025.
Gaikindo mengurai kenaikan permintaan mobil listrik pada 2025 melonjak 141 persen, di mana pada 2024 wholesales hanya 43.188 unit.
Sementara itu, wholesales mobil elektrifikasi jenis hybrid hanya naik 10 persen pada 2025 menjadi 65.943 unit, sedangkan Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) tumbuh 3.775 persen menjadi 5.270 unit.
"Trend tersebut menunjukkan adanya pergeseran, pergeseran nan cukup signifikan menuju kendaraan lebih ramah lingkungan. Dan ini perkembangannya sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam mencapai sasaran net zero emission paling lambat tahun 2060," tutup Agus.
(ryh/mik)
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·