slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Mobil Listrik Wajib Bersuara Di Australia Mulai November 2025

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 06 Nov 2025 08:03 WIB

Pemerintah Australia sudah mewajibkan mobil listrik nan dijual mengeluarkan suara, ini juga bertindak untuk mobil hybrid dan hidrogen. Pemerintah Australia sudah mewajibkan mobil listrik nan dijual mengeluarkan suara, ini juga bertindak untuk mobil hybrid dan hidrogen. (AFP/SAEED KHAN)

Jakarta, CNN Indonesia --

Mobil listrik baru nan dijual di Australia sekarang wajib mengeluarkan bunyi saat melaju pelan. Ketentuan ini dibuat sebagai 'alarm' terhadap pengguna jalan lain mengenai keberadaan mobil tanpa emisi sehingga fatalitas kecelakaan lampau lintas dapat ditekan.

Menurut regulator, tanggungjawab bunyi tak hanya bertindak untuk mobil listrik berbasis baterai, tetapi juga hidrogen dan hybrid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Suara pada mobil listrik ini disebut sebagai Acoustic Vehicle Alerting System (AVAS). Sistem itu memungkinkan bunyi buatan diputar ketika kendaraan melaju hingga kecepatan 20 km per jam, misalnya saat melintas di area parkir, persimpangan, jalan masuk rumah, dan area lain nan digunakan berbareng oleh kendaraan dan pejalan kaki.

Peraturan ini diumumkan pada 2024 dan bertindak 1 November 2025 bagi mobil penumpang, pikap, truk dan bus nan diperkenalkan di pasar Australia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, patokan tidak bertindak bagi kendaraan nan sudah dijual serta digunakan di jalan raya.

Risiko kecelakaan

Mobil hybrid apalagi listrik lebih susah terdengar pejalan kaki maupun pesepeda dibanding mobil bermesin bensin alias diesel nan selalu mengeluarkan bunyi mesin. Keheningan kendaraan itu kala melaju meningkatkan akibat kecelakaan.

Penelitian nan dilakukan organisasi pembelaan Vision Australia, seperti dilaporkan Drive tahun lalu, menemukan 35 persen penyandang tunanetra alias gangguan penglihatan pernah mengalami nyaris tertabrak alias betul-betul tertabrak oleh kendaraan tanpa suara.

Pemerintah Federal memperkirakan patokan ini dapat mencegah 68 kematian, 2.675 cedera serius, dan 2.962 cedera ringan hingga 2060. Ini sekaligus menghemat biaya sosial sekitar 208 juta dolar Australia.

"Pemerintah telah melakukan konsultasi terhadap kajian akibat rancangan kebijakan nan mengusulkan tanggungjawab penerapan AVAS pada kendaraan ringan, dan hasilnya mendapat support kuat dari pemerintah negara bagian serta teritori, organisasi tunanetra, dan para produsen kendaraan," ujar Departemen Infrastruktur, Transportasi, Pembangunan Regional, Komunikasi, Olahraga, dan Seni dalam pernyataan resminya tahun lalu.

(ryh/fea)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru