Jakarta, CNN Indonesia --
Sholat tahajud adalah salah satu ibadah sunah nan dikerjakan pada malam hari setelah bangun tidur. Meski begitu, tetap banyak Muslim nan belum mengetahui kapan pemisah akhir melaksanakan sholat tahajud.
Lantas, pemisah sholat tahajud sampai jam berapa?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sholat tahajud juga sering disebut dengan qiyamul lail alias sholat malam. Ibadah nan satu ini sangat dianjurkan lantaran waktu malam dikenal sebagai waktu nan tepat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Selain itu, sholat tahajud juga disebut waktu nan mustajab untuk bermohon memohon ampunan, memohon kecukupan kebutuhan hidup, dan limpahan rahmat dari Allah.
Anjuran sholat tahajud dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah sabda nan berbunyi:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلَاةُ اللَّيْلِ
Artinya: Puasa nan paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Muharram. Sebaik-baik sholat setelah sholat fardu adalah sholat malam (HR Muslim)
Meski begitu, sebagian umat Muslim tetap ada nan bertanya-tanya, kapan pemisah waktu nan utama untuk melaksanakan sholat tahajud? Simak penjelasannya berikut ini.
Batas sholat tahajud jam berapa?
Sholat tahajud adalah sholat sunah nan dikerjakan paling sedikit dua rakaat dengan satu salam. Untuk jumlah rakaat maksimalnya terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama.
Sebagian ustadz menyatakan tidak ada batas rakaat mengerjakan sholat tahajud, namun ustadz lain beranggapan sholat ini maksimal dikerjakan sebanyak 10 rakaat.
Lantas, pemisah akhir mengerjakan sholat tahajud sampai jam berapa?
Mengutip kitab "Banjir Kemuliaan dari Shalat Tahajud" karya Achmad Al-Firdaus (2015), waktu utama mengerjakan sholat tahajud ada pada sepertiga malam nan terakhir alias sekitar pukul 1.00 WIB sampai sebelum waktu Subuh.
Mengerjakan sholat tahajud sebelum masuk waktu utama itu tetap dianggap sah, hanya saja kita tidak mendapat keutamaannya.
Berikut waktu-waktu kita bisa mengerjakan sholat tahajud:
- Waktu utama: pukul 19.00 (setelah Isya) - 22.00
- Waktu lebih utama: pukul 22.00-01.00
- Waktu paling utama: pukul 01.00 - sampai masuk waktu subuh
Sementara itu, melansir NU Online, sebuah sabda nan diriwayatkan Imam Muslim menjelaskan tentang waktu Rasulullah melaksanakan qiyamul lail. Hadis tersebut berbunyi:
عَنْ مَسْرُوقٍ، قالَ: سَألْتُ عائِشَةَ عَنْ عَمَلِ رَسُولِ اللهِ ﷺ، فَقالَتْ: كانَ يُحِبُّ الدّائِمَ، قالَ: قُلْتُ: أيَّ حِينٍ كانَ يُصَلِّي؟ فَقالَتْ: كانَ إذا سَمِعَ الصّارِخَ، قامَ فَصَلّى
Artinya: Dari Masruq, dia berkata, saya bertanya kepada Aisyah tentang ibadah Rasulullah, Aisyah menjawab: Dia (Nabi Suci) menyukai ibadah nan terus dilakukan seseorang secara konsisten. Aku bertanya kepada Aisyah: Kapan beliau sholat (di malam hari)? Aisyah menjawab: Ketika mendengar ayam berkokok, beliau bangun dan melaksanakan sholat. (HR. Muslim).
Ayam berkokok itu lazimnya ketika pertengahan malam, namun menurut Ibn Battal, ayam berkokok sangat keras itu ketika sepertiga malam.
Dalam riwayat Abu Taubah dari Ibrahim bin Sa'd dari ayahnya dari abu Salamah dari Aisyah disebutkan:
حَدَّثَنَا أَبُو تَوْبَةَ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ بْنِ سَعْدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ أَبِي سَلَمَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: مَا أَلْفَاهُ السَّحَرُ عِنْدِي إِلَّا نَائِمًا، تَعْنِي النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Artinya: Tidaklah datang waktu sahur melainkan beliau tidur berada di dekatku (HR Abu Dawud no 1123).
Maksud sabda ini dalam syarah Sunan Abi Dawud dijelaskan bahwa Rasulullah melaksanakan qiyamullail pada tengah malam hingga menjelang waktu sahur (sebelum subuh) kemudian beliau tidur.
Jadi, pemisah waktu sholat tahajud jam berapa adalah sampai masuk waktu subuh. Demikian penjelasannya. Semoga bermanfaat.
(pua/fef)
9 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·