CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mar 2026 19:39 WIB
Ilustrasi. Puasa Syawal mempunyai banyak keutamaan. (iStockphoto/Drazen Zigic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Puasa Syawal merupakan salah satu amalan sunnah nan dianjurkan bagi umat Islam setelah menunaikan ibadah puasa Ramadan. Ibadah ini tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi juga menyimpan keistimewaan besar di sisi Allah SWT.
Selain sebagai corak kelanjutan ibadah Ramadan, puasa Syawal juga menjadi tanda kesungguhan seorang hamba dalam menjaga ketaatan. Rasulullah SAW apalagi menjelaskan bahwa pahala puasa ini setara dengan puasa selama satu tahun penuh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal tersebut sebagaimana dijelaskan dalam sabda berikut:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ، ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Artinya, "Barang siapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian menyambungnya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka pahalanya sama dengan puasa selama satu tahun." (HR Muslim)
Pelaksanaan puasa Syawal dianjurkan dimulai setelah Hari Raya Idulfitri, ialah sejak 2 Syawal. Puasa ini boleh dilakukan secara berurutan maupun terpisah hingga akhir bulan Syawal tanpa mengurangi keutamaannya.
Niat puasa sunnah Syawal 6 hari
Rasulullah SAW menegaskan bahwa sah alias tidaknya suatu ibadah sangat berjuntai pada niat. Karena itu, puasa sunnah Syawal perlu diawali dengan niat, sebagaimana ibadah lainnya.
Pada dasarnya, niat cukup dilakukan di dalam hati. Namun, sebagian ustadz menganjurkan untuk melafalkannya agar lebih mantap.
Berikut referensi niat puasa sunnah Syawal 6 hari:
1. Niat puasa Syawal 6 hari berurutan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ سِتَّةٍ مِنْ شَوَّالٍ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an sittatin min Syawwalin sunnatan lillaahi ta'ala.
Artinya: "Aku beriktikad puasa besok dari enam hari Syawal, sunnah lantaran Allah Ta'ala."
2. Niat puasa Syawal tidak berurutan
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin 'an ada'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.
Artinya: "Aku beriktikad puasa sunnah Syawal besok hari lantaran Allah SWT."
3. Niat puasa Syawal di siang hari
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnatis Syawwal lillaahi ta'ala.
Artinya: "Aku beriktikad puasa sunnah Syawal hari ini lantaran Allah SWT."
Berbeda dengan puasa wajib, puasa sunnah tidak mengharuskan niat sejak malam hari. Niat tetap bisa dilakukan pada siang hari selama belum melakukan hal-hal nan membatalkan puasa sejak terbit fajar.
Keutamaan puasa Syawal 6 hari
Puasa Syawal tidak sekadar ibadah sunnah biasa. Ada sejumlah keistimewaan nan bisa diperoleh:
1. Menyempurnakan puasa Ramadan
Amalan sunnah berfaedah melengkapi ibadah wajib. Puasa Syawal menjadi penyempurna atas kekurangan selama Ramadan.
2. Pahala setara puasa satu tahun
Dalam Al-Qur'an Surat Al-An'am ayat 160 dijelaskan bahwa satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Ramadan setara sepuluh bulan, sementara enam hari Syawal setara dua bulan. Totalnya menjadi satu tahun penuh.
3. Tanda diterimanya amal
Melanjutkan ibadah setelah Ramadan menjadi salah satu tanda bahwa kebaikan sebelumnya diterima oleh Allah SWT.
4. Bentuk rasa syukur
Puasa Syawal juga menjadi bentuk syukur atas kesempatan beragama selama Ramadan.
Sebagaimana sabda berikut:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيْمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
Artinya: "Siapa nan berpuasa Ramadan dengan ketaatan dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya nan telah lalu." (HR Bukhari dan Muslim)
5. Menjaga konsistensi ibadah
Berakhirnya Ramadan bukan berfaedah ibadah berhenti. Puasa Syawal menjadi sarana menjaga semangat dan konsistensi dalam beragama sepanjang tahun.
Itulah niat puasa sunnah Syawal 6 hari beserta keutamaannya. Semoga bisa menjadi pedoman sekaligus motivasi untuk terus menjaga kebaikan kebaikan setelah Ramadan.
(gas/tis)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
4 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·