Jakarta, CNN Indonesia --
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan dua orang tersangka dalam kasus saham gorengan dan manipulasi nilai IPO oleh Mirae Asset Sekuritas.
Direktur Eksekutif Penyidik Sektor Jasa Keuangan OJK Irjen Daniel Bolly Hyronimus Tifaona mengatakan tindakan pidana pasar modal itu dilakukan oleh Mirae Asset dalam periode 2020 hingga 2022.
"Tersangka nan sudah kita lakukan pemeriksaan dan statusnya kita naikkan, itu ada dua, ialah Saudara AS dan Saudara M," ujarnya kepada wartawan, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Daniel menjelaskan berasas perannya ASS merupakan Beneficial Owner dari PT BEBS dan MWK selaku mantan Direktur Investment Banking Mirae Asset. Keduanya, kata dia, melakukan tindakan insider trading, manipulasi IPO dan transaksi semu saham.
Ia mengatakan mereka melakukan perdagangan pengaruh alias saham nan dalam pelaksanaannya menyampaikan kebenaran material tiruan sehingga memperdaya para penanammodal untuk ikut membeli saham tersebut.
"Terkait tidak dilaporkannya pihak hubungan penerima fixed allotment dalam penawaran umum perdana saham (IPO) serta penyampaian laporan penggunaan biaya IPO nan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya," jelasnya.
Selain itu, kata dia, OJK juga menemukan transaksi semu terhadap saham-saham nan dikendalikan melalui jaringan hubungan dan nominee.
Aksi insider trading sendiri merupakan praktik terlarangan dalam investasi saham. Dimana penanammodal mendapat info untung dalam transaksi jual beli saham dari pihak perusahaan terkait.
"Berupa transaksi antarpihak terafiliasi nan melibatkan 7 entitas perusahaan dan 58 entitas perorangan nominee, nan dieksekusi oleh enam orang operator di bawah
kendali tersangka," tuturnya.
"Rangkaian transaksi tersebut diduga menyebabkan nilai saham BEBS di pasar reguler meningkat secara signifikan hingga sekitar 7.150 persen," imbuhnya.
Sebelumnya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berbareng Polri menggeledah instansi sekuritas Mirae Asset mengenai dugaan tindak pidana pasar modal.
Penggeledahan dilakukan di Gedung Treasury Tower di area SCBD, Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3) Maret. Pantauan CNNIndonesia.com, belasan interogator OJK terlihat membawa sejumlah boks berisi peralatan bukti dari hasil penggeledahan.
(tfq/gil)
[Gambas:Video CNN]
6 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·