CNN Indonesia
Senin, 09 Mar 2026 14:00 WIB
1 Litre of Tears dipastikan kembali pada 2027 dalam corak movie nan tetap dibintangi tokoh originalnya, Ryo Nishikido. (Fuji TV)
Jakarta, CNN Indonesia --
1 Litre of Tears dipastikan kembali tahun depan. Kisah ikonis penguras air mata resmi diumumkan bakal diproduksi kembali dalam format movie layar lebar dan dijadwalkan tayang pada 2027.
Rencana penayangan itu dirilis pada Minggu (8/3), seperti diberitakan Yahoo Japan, langsung menjadi perbincangan hangat, terutama lantaran tokoh Ryo Nishikido dipastikan kembali memerankan karakter ikonisnya, Haruto Aso.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kembalinya Ryo ke peran ini terjadi setelah lebih dari dua dasawarsa sejak jenis dramanya meledak di pasaran pada 2005 silam.
Dalam cuplikan teaser terbaru nan baru saja dirilis, tampak sosok Haruto di masa sekarang nan sedang bergemam lirih, "Jika dia tahu orang-orang tetap membacanya apalagi setelah 15 tahun berlalu, saya penasaran apakah dia bakal merasa bahagia."
Ryo Nishikido juga mengungkapkan rasa haru dan bangganya bisa kembali terlibat dalam proyek nan membesarkan namanya tersebut.
"Film ini adalah salah satu karya esensial dalam pekerjaan saya. Setelah sekian lama, saya merasa sangat terhormat mendapatkan kesempatan untuk menghadapi peran nan sama sekali lagi," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN]
Film One Liter of Tears bakal diadaptasi dari kitab non-fiksi karya Aya Kito, nan menceritakan perjuangan nyata seorang gadis melawan penyakit spinocerebellar degeneration.
Meski bakal mengambil garis waktu dan pendekatan nan berbeda dari jenis drama, prinsip perjuangan dan keberanian tokoh utamanya tetap menjadi ruh utama movie tersebut.
Kabar nan tak kalah menyentuh adalah konfirmasi kembalinya lagu tema legendaris milik band Remioromen, ialah "March 9th" dan "Powder Snow". Kedua lagu itu sudah dianggap sebagai napas dari 1 Litre of Tears nan selalu sukses membangkitkan emosi penonton.
Ryota Fujimaki dari Remioromen menyatakan bahwa keterlibatan mereka dalam movie ini merupakan langkah untuk membalas budi atas besarnya pengaruh karya ini terhadap band mereka.
"Kami sangat berambisi musik kami dapat berkontribusi dan menjadi sumber kekuatan bagi banyak orang nan hidup di bumi saat ini," tuturnya.
Kehadiran movie 1 Litre of Tears pada 2027 diharapkan tidak hanya menjadi arena nostalgia, tetapi juga memberikan perspektif baru tentang keberanian menghadapi ujian hidup bagi generasi masa kini.
Versi movie menjadi salah satu pengembangan dari proyek ikonis tersebut. Popularitas kisah ini tidak hanya terjadi di Jepang. Di Indonesia, rumah produksi SinemArt pernah mengadaptasi kisah ini ke dalam sinetron berjudul Buku Harian Nayla.
Serial tersebut ditayangkan di RCTI sebagai sajian spesial Natal pada 2006 dengan skenario ditulis Serena Luna (Chevyra Edenia). Versi Indonesia tersebut juga mendulang sukses besar dan menjadi salah satu tontonan paling membekas era 2000-an.
[Gambas:Twitter]
(chri)
4 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·