KULTUM KEMULIAAN RAMADAN
CNN Indonesia
Kamis, 12 Mar 2026 04:00 WIB
Ilustrasi. Orang nan dekat dengan Allah SWT condong bakal jauh dari manusia nan tidak alim kepada-Nya. (iStockphoto/Ibrakovic)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ada perbedaan antara orang nan alim dan tidak taat. Orang nan dekat dengan Allah SWT condong bakal jauh dari manusia. Ia bakal sibuk dan nyaman menjalankan alim kepada Allah.
"[Ia] mendekatkan diri kepada Allah dengan beragam ibadah untuk mendapatkan keridaan Allah SWT, untuk menghindari adanya kemurkaan Allah SWT," ucap ustadz sekaligus Wakil Presiden ke-13 RI Ma'ruf Amin dalam program Kultum Kemuliaan Ramadan 2026 CNNIndonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ma'ruf menjelaskan, ketaatan terhadap Allah itu artinya membawa kita dekat dengan-Nya, tetapi bukan dalam artian fisik, melainkan secara batin. Hal ini bisa dilakukan dengan langkah mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.
Manusia bisa dekat dengan Allah ketika mendapatkan keridaan-Nya. Namun saat seseorang mendekatkan diri kepada Allah, dia bisa menjauh dari manusia lain nan tidak taat.
"Jauh itu bisa berarti jauh secara fisik, lantaran kita memang sibuk, alias orang nan alim itu sibuk dengan menjalankan perintah allah, sehingga tidak sempat untuk berkomunikasi," tutur Ma'ruf.
Ada pula orang nan memang menghindarkan diri dari banyak orang agar ibadahnya kepada Allah tidak terganggu. Di sisi lain, ada orang alim jauh dari manusia lain, tetapi bukan secara fisik.
Ia bisa saja berada di tengah-tengah banyak orang secara lahiriah, tetapi tidak secara batiniah. Hal ini sesuai dengan sebuah ungkapan, ialah lahirlah berbareng makhluk lain, tetapi secara jiwa hendaknya tetap berbareng Allah.
Ma'ruf berkata, ada rekomendasi untuk menyendiri jika seseorang mau meningkatkan alim dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal ini perlu dilakukan agar ibadahnya tak terpengaruh.
Situasi gaduh alias hiruk-pikuk bakal membawa sejumlah pengaruh dan timbulnya masalah. Orang nan belum kuat menghadapi beragam pengaruh tersebut, bisa ikut terseret ke dalam bentrok dan beragam persoalan tersebut.
"Tetapi ada nan menyatakan, jika orang nan sudah mempunyai kekebalan, mempunyai imunitas, sepertinya tidak masalah. Tidak bakal mengganggu dia," kata Ma'ruf.
Ma'ruf mencontohkan, layaknya seorang dokter, dia tak bakal terpengaruh meski berada di sekitar orang sakit. Bahkan orang alim nan sudah mempunyai keimunan ini sebaiknya berada di tengah masyarakat untuk memberikan pengaruh baik.
"Yang krusial [Allah SWT] jadikan kita itu orang nan tidak terpengaruh oleh situasi nan tidak baik, sekalipun kita berada di lingkungan masyarakat nan luas," ucap Ma'ruf di penghujung kultum.
(rti)
[Gambas:Video CNN]
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·