Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah memastikan pembangunan pabrik peternakan ayam terintegrasi senilai Rp20 triliun segera dimulai melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) pada 28 Februari 2026.
Proyek ini bakal dibiayai Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai bagian dari strategi memperkuat pasokan pangan nasional, terutama untuk menopang kebutuhan ayam dan telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan pelaksanaannya proyek tersebut segera dimulai dalam waktu dekat, meski letak pasti peletakan batu pertama tetap menunggu penetapan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"(Biaya dari) Danantara, 28 insya Allah (groundbreaking pabrik peternakan ayam), doakan 28 Januari (2026)," kata Amran dalam konvensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Kamis (22/1).
Amran menegaskan titik letak pembangunan pabrik peternakan ayam tersebut belum diumumkan dan bakal ditentukan seiring dengan persiapan teknis menjelang penyelenggaraan groundbreaking.
Pembangunan peternakan ayam terintegrasi ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan pada swasta dalam pengendalian pasokan ayam dan telur, sekaligus memperkuat peran negara sebagai stabilisator harga.
Ia menjelaskan selama ini industri ayam tetap sepenuhnya berada di tangan swasta, termasuk produksi DOC (day old chick) alias anak ayam umur sehari, sehingga pemerintah kerap kesulitan mengintervensi saat nilai bergejolak.
Dia menyampaikan pada bulan lalu, nilai DOC mencapai Rp14 ribu per ekor, padahal biasanya Rp9.000 per ekor. Alhasil, Kementan memutuskan menurunkan nilai menjadi Rp11 ribu agar semua pihak merasa nyaman. Sayangnya, tidak terjadi perubahan harga.
Untuk itu, pemerintah bakal membangun sebanyak 12 unit pabrik, pakan, dan produksi DOC di Indonesia sebagai solusi jangka panjang.
"Solusinya adalah negara bakal membangun pabrik, pakan dan produksi DOC. Itu negara. Doakan dalam waktu singkat. Kita bangun 12 unit seluruh Indonesia. Ini solusi permanen. Doakan ini tidak terjadi lagi. Kemudian negara kudu hadir, termasuk ada daging dan seterusnya," ujarnya.
Menurutnya, kehadiran negara melalui pembangunan akomodasi produksi ayam terintegrasi diperlukan agar pemerintah mempunyai instrumen nan lebih kuat untuk mengendalikan pasokan dan harga.
"Ini dilakukan untuk rakyat Indonesia. Karena ini saya bisa intervensi. Harga naik, turun," ucapnya.
Pemerintah menyiapkan investasi Rp20 triliun untuk membangun peternakan ayam pedaging dan petelur terintegrasi di beragam wilayah Indonesia. Proyek ini menjadi bagian dari support terhadap program MBG nan dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Pendanaan bakal berasal dari BPI Danantara Indonesia, dengan letak pembangunan difokuskan di wilayah nan selama ini mengalami kekurangan pasokan ayam dan telur.
Selain menjaga pasokan protein hewani nasional, proyek ini juga ditargetkan membuka lapangan kerja dan mendorong pemerataan ekonomi desa.
Berdasarkan kalkulasi Badan Pangan Nasional (Bapanas), kebutuhan tambahan untuk menopang MBG mencapai sekitar 700 ribu ton telur dan 1,1 juta ton ayam pedaging per tahun.
[Gambas:Video CNN]
(del/sfr)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·