slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Pakistan Di Ambang Perang Dengan Negara Tetangga Usai Negosiasi Mentok

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

CNN Indonesia

Rabu, 12 Nov 2025 20:50 WIB

Pakistan diambang perang terbuka dengan negara tetangga, Afghanistan, setelah negosiasi perdamaian di Istanbul Turki mentok, Rabu (12/11). Bentrokan bersenjata pasukan Pakistan dan Afghanistan di perbatasan. (AFP/SANAULLAH SEIAM)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pakistan diambang perang terbuka dengan negara tetangga, Afghanistan, setelah negosiasi perdamaian di Istanbul Turki mentok, Rabu (12/11).

Penguasa Afghanistan, Taliban, menuduh Pakistan tidak bertanggung jawab, sementara Islamabad menuding Kabul tidak bisa diandalkan janjinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taliban juga bersumpah akan melancarkan balasan atas setiap serangan terhadap negaranya, dikutip dari MSN.

Negosiasi pun kembali berakhir tanpa ada kesepakatan apapun. Perwakilan kedua negara saling menyalahkan atas isu-isu terorisme lintas perbatasan dan keamanan.

Taliban menuduh pemerintah Pakistan "tidak bertanggung jawab dan "tidak beriktikad baik untuk bekerja sama."

"Kami memulai pembicaraan dengan iktikad baik dan otoritas penuh, tapi Pakistan tidak mau serius dalam melakukan pembicaraan dan selalu menghindar dari tanggung jawabnya," juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.

Mujahid kemudian mengatakan bahwa Pakistan berusaha mengalihkan semua tanggung jawab terkait masalah keamanan ke Afghanistan. Sikap Islamabad itu yang disebutnya membuat pembicaraan kembali mentok.

Zabihullah Mujahid menegaskan bahwa "Tanah Afghanistan tidak akan membiarkan digunakan untuk melawan negara manapun. Kabul akan menjaga kedaulatan dengan cara apapun."

Ia juga mengatakan bahwa setiap moslem di Pakistan merupakan saudara Afghanistan. Namun, ia mengingatkan bahwa membela tanah Afghanistan dan rakyatnya merupakan kewajiban dalam ajaran Islam dan setiap agresi apapun akan dihadapi dengan respons kuat.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan Khwaja Asif mengatakan bahwa pembicaraan mengalami jalan buntu.

"Kabul tidak mau maju selain hanya dengan jaminan lisan, sementara kami hanya bisa menerima perjanjian tertulis," ujar Asif.

Militer Pakistan dan Taliban saling serang di perbatasan selama beberapa bulan terakhir ini. Ketegangan pun terus meningkat.

(bac)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru