Jakarta, CNN Indonesia --
Sebanyak tiga orang pemain Papua Football Academy (PFA) resmi mengikuti program training camp dan seleksi berbareng klub-klub sepak bola di Austria melalui program PFA Elite Camp 2026 Goes to Austria.
Hal itu dipastikan oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas dalam audiensi dengan ketiga pemain PFA, ialah Dolvi T. Salossa, Jupri Kogoya, dan Yance Glen Imbiri, nan juga dihadiri Direktur & EVP Sustainable Development PTFI Claus Wamafma, Direktur Akademi PFA Wolfgang Pikal, dan Pelatih Kepala PFA, Ardiles Rumbiak di Jakarta pada Senin (9/2).
Tony Wenas menyampaikan support penuh terhadap talenta muda sepak bola di PFA untuk terus berprestasi, dan membuka akses mereka mendapatkan beragam pengalaman bertanding, baik di tingkat nasional maupun internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengalaman menimba pengetahuan di luar negeri tentunya merupakan kebanggaan tersendiri lantaran bakal turut membentuk mental dan kepercayaan diri untuk selalu kompetitif dan pada akhirnya bisa menembus timnas (Tim Nasional)," kata Tony.
Pada 2022, PFA didirikan PTFI dengan cita-cita besar ialah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak Papua untuk mengembangkan talenta di bagian sepak bola.
"Kami lahir dan besar di Papua serta meraih sukses di Papua. Sukses itu kudu kami kembalikan ke masyarakat dan adik-adik semua untuk bisa berkarya untuk Indonesia," kata Tony.
Salah seorang pemain, Dolvi T. Salossa, menegaskan tekadnya untuk dapat bersaing di Eropa dan mencatatkan jam terbang skala internasional.
Dolvi menuturkan, berbareng Jupri Kogoya dan Yance Glen Imbiri, dirinya bakal bertolak ke Viena, Austria untuk menjalani latihan selama tiga pekan. Pelajar kelas 9 itu mengaku sangat antusias dan tak sabar menjajal pengalaman bertanding sepak bola di tingkat internasional.
"Sa mau bikin bangga orang tua dan keluarga," kata Dolvi (15).
Senada, Jupri Kogoya (15) menyatakan bahwa motivasi terbesarnya mengikuti Elite Camp ini adalah untuk membanggakan tanah kelahirannya.
"Sa mau buktikan tong anak-anak Papua juga bisa bermain di Eropa," ujar Jupri.
Program training camp ini bakal berjalan mulai 12 Februari hingga 9 Maret 2026. Para pemain bakal menjalani latihan berbareng 3 klub, ialah Fak Austria Wien (Bundesliga 1-Austria) pada 13-20 Februari, FAC Wien (Bundesliga 2-Austria) pada 23-27 Februari, dan FC First Vienna (Bundesliga 2-Austria) pada 2-6 Maret.
PFA Elite Camp Goes to Austria merupakan program Elite Camp jenis ketiga. Pada Elite Camp jenis pertama, Yulius Pigay, Samuel Cundrad, dan Peres Tjoe selaku peserta PFA angkatan pertama, sukses serta dalam skuad final tim nasional untuk persiapan Piala Asia U17 2026. Saat ini, mereka tergabung dalam tim Garuda United nan tengah berkompetisi di EPA U18.
"Dengan pengalaman bertanding di luar negeri, pemain merasakan level sepak bola nan lebih tinggi, membentuk mental pemain, dan meningkatkan kepercayaan diri lantaran telah mendapatkan bekal dan pengetahuan lebih nan mungkin belum tentu bisa didapatkan pemain muda lainnya," pungkas Tony.
(rea/rir)
[Gambas:Video CNN]
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·