Jakarta, CNN Indonesia --
PBSI meminta maaf usai Indonesia tanpa gelar di All England 2026 nan berhujung Minggu (8/3).
"Kami memahami bahwa angan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf lantaran belum dapat memenuhi sasaran nan telah ditetapkan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas angan dan support nan terus diberikan kepada tim bulutangkis Indonesia," kata Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian dalam rilis PBSI.
Eng Hian juga menyampaikan bahwa secara umum terdapat dua perihal nan menjadi perhatian dari hasil tim Indonesia di All England 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara umum kami memandang ada dua sisi dari hasil tim Indonesia di All England kali ini. Dari sisi positif, perkembangan pemain-pemain muda menunjukkan progres nan cukup menggembirakan. Mereka bisa tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi parameter bahwa proses regenerasi melangkah dan para pemain muda mulai bisa bersaing di level tertinggi," kata Eng Hian dikutip dari rilis PBSI.
Eng Hian juga menyampaikan bahwa PBSI memberikan apresiasi kepada dobel putra Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin nan sukses melangkah hingga ke semifinal sebelum kalah dari wakil Korea Kim Won Ho/Seo Seung Jae nan akhirnya menjadi juara.
"Apresiasi unik tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Joaquin nan sukses melangkah hingga babak semifinal. Dalam perjalanannya mereka bisa mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga. Bahkan ketika menghadapi pasangan nomor satu bumi sekaligus juara memperkuat di semifinal, mereka tetap bisa memberikan perlawanan nan sangat baik. Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka mempunyai potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan," ucap Eng Hian.
Namun, Eng Hian pun menyadari bahwa sasaran satu gelar juara All England belum bisa dicapai oleh tim Indonesia.
"Namun di sisi lain, kami juga kudu mengakui bahwa sasaran nan kami tetapkan, ialah meraih satu gelar di All England, belum dapat tercapai. Hal ini tentu menjadi bahan pertimbangan menyeluruh bagi kami, dari sisi strategi pertandingan hingga konsistensi performa di fase-fase krusial," ucap Eng Hian.
PBSI pun berencana untuk mencari metode pembinaan nan lebih efektif agar potensi atlet bisa meningkat maksimal.
"Evaluasi ini bakal kami lakukan secara komprehensif berbareng tim pembimbing dan tim pendukung di pelatnas untuk memandang apa saja nan tetap perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar. PBSI bakal terus berupaya mencari metode pembinaan nan semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan bisa bersaing secara konsisten di level tertinggi." kata Eng Hian.
Setelah All England, tim Indonesia bakal melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa dengan mengikuti Swiss Open nan menjadi bagian dari almanak BWF World Tour.
[Gambas:Video CNN]
(rhr/rhr/abs)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·