CNN Indonesia
Minggu, 04 Mei 2025 16:55 WIB
Tunggal putra Indonesia Alwi Farhan dinilai punya prospek bagus usai tampil di Sudirman Cup 2025. (Dok. PBSI)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kabid Binpres Pelatnas PBSI, Eng Hian, membeberkan sejumlah pertimbangan dan rencana ke depan usai Indonesia tersingkir di semifinal Sudirman Cup 2025.
Tim Badminton Indonesia tersingkir di semifinal Sudirman Cup 2025 usai kalah dramatis 2-3 dari Korea Selatan di China, Sabtu (3/5).
Eng Hian mengakui hasil ini di luar angan PBSI dan para pecinta bulutangkis Indonesia. Namun, Eng Hian tetap memandang sisi positif dari hasil di Sudirman Cup 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di luar hasil nan banyak dugaan belum sesuai angan tapi progress selama di Piala Sudirman 2025 ini saya memandang ada proses regenerasi nan kami lakukan, tidak selalu pemain senior nan diturunkan tapi kami berupaya mengkombinasikan antara junior dengan senior," ucap Eng Hian dari rilis PBSI.
Eng Hian menilai penampilan para pemain pelapis seperti Alwi Farhan dan Mohammad Zaki Ubaidillah namalain Uben sudah baik.
"Penampilan para pelapis ini hasilnya tidak jelek, malah boleh dibilang seperti Alwi dan Ubed, diberikan kepercayaan menghasilkan nan terbaik. Penampilan Putri Kusuma Wardani juga menurut kami bukan nan jenjangnya terlalu jauh melawan tunggal putri nomor satu bumi dan peraih lencana emas Olimpiade," kata Eng Hian.
Kemudian Eng Hian menilai Muhammad Shohibul Fikri/Daniel Marthin dan Bagas Maulana yang berpasangan dengan Leo Rolly Carnando sudah siap menjadi pelapis Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto di sektor dobel putra.
"Di dobel putra untuk regenerasi setelah Fajar/Rian, saya memandang dua pasangan Fikri/Daniel dan Leo/Bagas sudah siap untuk melapisi Fajar/Rian," ujar Eng Hian.
"Tinggal kelak di bawahnya ini nan menjadi PR kami agar segera mengejar jarak ke atas. Saya cukup percaya diri potensi dobel putra cukup baik tinggal gimana menata programnya baik program latihan maupun program turnamen," kata Eng Hian menambahkan.
Hal itu berbeda dengan sektor dobel putri nan dinilai Eng Hian tetap kudu bekerja keras untuk mencetak jagoan nan andal.
"Untuk dobel putri ini nan tetap kudu bekerja keras. Untuk ke level Super 500 ke atas di sektor ini belum punya jagoan lagi. Ini nan kudu dikuatkan dan ditingkatkan programnya alias mencari formula baru," kata Eng Hian.
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·