Jakarta, CNN Indonesia --
Pelabuhan Gilimanuk di Jembrana, Bali dan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur bakal ditutup saat seremoni Hari Raya Nyepi pada 19 Maret alias menjelang Hari Raya Lebaran 2026.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Irjen Pol Aan Suhanan meminta masyarakat untuk mengatur waktu keberangkatan ke Bali.
Ia mengatakan pelabuhan itu berpotensi ramai masa mudik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketapang, Gilimanuk udah potensi untuk peningkatan juga banyak dan ada catatan unik di sana, berdekatan dengan Hari Nyepi, jadi kita bakal tutup Ketapang pada tanggal 18 kemudian dibuka kembali tanggal 20," kata Aan di area Gedung Transmedia, Jakarta, Jumat (13/3).
Sementara itu, dia mengatakan penyeberangan dari Gilimanuk bakal ditutup pada 19 dan dibuka kembali pada 20 Maret.
"Kemudian untuk pikulan logistik kita siapkan Pelabuhan Jangkar menuju Lembar Lombok, kemudian dari Surabaya kita siapkan ke Lembar. Jadi untuk pikulan logistik tidak terpengaruh," katanya.
Dalam kesempatan itu, dia menjelaskan pada tahun ini diprediksi ada sekitar 143, 9 juta orang nan melakukan perjalanan mudik, lebih sedikit dari tahun 2025 ialah 146 juta.
Jawa Tengah menjadi wilayah paling banyak menjadi tujuan pemudik.
"50 persen lebih dari masyarakat Indonesia bakal melakukan perjalanan, baik dalam kota maupun luar kota. Ada 143,9 juta orang nan bakal melakukan perjalanan. Lebih sedikit dari tahun kemarin, ada 1,7 persen, tahun kemarin 146 juta, walaupun pada realisasinya ada 154 juta. Sekarang 143 juta," katanya.
Penumpang Pelabuhan Surabaya Diprediksi 287 Ribu Orang
Jumlah pemudik nan melalui Pelabuhan Gapura Surya Nusantara (GSN) Surabaya masa pikulan Lebaran Lebaran 2026 diprediksi mencapai 287.000 orang.
Jumlah itu naik 5 persen dari tahun sebelumnya nan tercatat sebanyak 273.000 orang.
Branch Manager Kalimas Terminal Penumpang GSN, Ana Adilya menyatakan, pihaknya telah menyusun beragam skema mitigasi dan peningkatan akomodasi guna mengantisipasi lonjakan tersebut, terutama bagi penumpang nan turun di Surabaya.
"Tahun ini bakal ada lonjakan penumpang kurang lebih lima persen. Jadi di tahun 2025 jumlah penumpang di terminal Gapura Surya Nusantara sebanyak 273.000 dan tahun ini kami prediksikan naik menjadi 287.000," kata Ana saat ditemui di GSN, Surabaya, Jumat siang.
Untuk menunjang kenyamanan pemudik, pengelola pelabuhan telah menyiagakan sedikitnya 39 unit armada kapal.
Selain itu, sejumlah pemutakhiran akomodasi di area terminal mulai dilakukan, ialah ekspansi ruang tunggu menambah, akomodasi troli dan menyediakan ruang prioritas ramah lansia, disabilitas, dan ibu hamil.
Ana mengatakan puncak arus mudik di Pelabuhan GSN diprediksi bakal terjadi pada 13-14 Maret 2026. Sementara itu, arus kembali diperkirakan mencapai titik tertinggi pada 28-29 Maret 2026.
Beberapa rute pelayaran nan menjadi tujuan favorit pemudik tahun ini meliputi Makassar (Sulawesi Selatan), Balikpapan (Kalimantan Timur), Lembar (NTB), dan Kumai (Kalimantan Tengah).
Lebih lanjut, pihak pelabuhan juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem di perairan Jawa Timur nan berisiko memicu penundaan (delay) agenda keberangkatan maupun kehadiran kapal.
Sebagai langkah antisipasi, pengelola telah menyiapkan buffer zone alias kantung parkir kapal agar keterlambatan sandar tidak mengganggu alur lampau lintas pelayaran di pelabuhan.
"Keterlambatan kapal itu nan paling berakibat saat cuaca ekstrem. Kendaraan muatan kapal itu terjadi delay sehingga cukup mengganggu akses, tapi kita mengantisipasi lantaran sudah siapkan titik-titik buffer," ujar Ana.
(yoa/frd/kid)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·