Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain Exeter City Josh Magennis senang sekarang timnya bisa kembali konsentrasi ke League One sebagai sumber utama penghasilan klub setelah tersingkir dari Piala FA usai dibantai Manchester City 1-10.
Exeter City kalah telak 1-10 dari Man City di babak ketiga Piala FA di Stadion Etihad pada Sabtu (10/1) malam WIB.
Usai pertandingan, pemain Exeter John Magennis mengaku dirinya senang lantaran timnya bisa kembali ke League One nan menjadi sumber penghasilan utama klub.
"Sangat disayangkan berhujung seperti ini di awal tahun baru, tetapi senang rasanya bisa kembali ke liga sekarang, tempat sumber penghasilan utama kami berada," ucap Magennis dikutip dari laman Exeter City.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal pertimbangan setelah kekalahan dari Man City, Magennis menyebut sekarang timnya menyadari gimana pemain The Citizens bermain begitu gigih.
"Saya rasa setelah pertandingan, kami tidak menyadari sungguh gigihnya mereka. Jelas Anda bisa melihatnya di televisi, tetapi ketika berhadapan langsung dengan mereka, mereka sangat efisien dalam bermain hari ini dan mereka tidak melewatkan satu pun kesempatan mereka," kata Magennis.
"Mencoba mencetak gol alias menciptakan kesempatan tidak pernah menjadi masalah bagi kami, apakah kami memanfaatkan kesempatan tersebut alias tidak adalah perihal nan berbeda sama sekali," ucap Magennis menambahkan.
Dalam laga tersebut pesta gol Man City dibuka pada menit ke-12. Berawal dari crossing di sisi kanan, Erling Haaland memenangkan duel udara sebelum bola jatuh ke kaki Max Alleyne. Alleyne kemudian melepaskan sepakan kaki kiri nan sukses melewati garis gawang Exeter City. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Keunggulan City bertambah pada menit ke-24. Setelah tembakan Antoine Semenyo diblok, Rodri menyambar bola rebound dengan tendangan keras jarak jauh nan meluncur ke perspektif atas gawang. Man City unggul 2-0.
Jelang turun minum, Exeter City semakin terpuruk. Sepak pojok dari sisi kiri berujung gol bunuh diri Jake Doyle-Hayes, nan salah mengantisipasi bola sundulan hingga mengenai Nathan Aké sebelum masuk ke gawang sendiri. Skor berubah menjadi 3-0.
City menutup babak pertama dengan kelebihan empat gol. Kerja sama Ryan McAidoo dan Tijjani Reijnders diakhiri dengan crossing dari sisi kanan nan kembali memaksa Jack Fitzwater mencetak gol bunuh diri. Man City unggul telak 4-0 saat jeda.
Memasuki babak kedua, kekuasaan Man City tak mengendur. Rico Lewis mencetak gol kelima pada awal babak dengan sontekan di depan gawang, memanfaatkan crossing jeli Antoine Semenyo.
Semenyo kemudian mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-54. Menerima umpan terobosan matang dari Rayan Cherki, dia dengan tenang menaklukkan kiper Joe Whitworth. Skor 6-0.
Man City terus menggila. Tijjani Reijnders mencetak gol ketujuh lewat sepakan melengkung bagus setelah menerima umpan mendatar dari Jeremy Doku nan menusuk dari sisi kiri.
Nico O'Reilly memperbesar kelebihan menjadi 8-0 pada menit ke-79. Sundulan O'Reilly menyambut umpan Rico Lewis sempat membentur tiang sebelum bersarang di gawang Exeter City.
Tujuh menit berselang, Ryan McAidoo menambah penderitaan tim tamu. Ia melepaskan tembakan keras dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan dari Divine Mukasa. Skor berubah menjadi 9-0.
Exeter City akhirnya mencetak gol intermezo di menit ke-90 melalui George Birch, nan menembus penjagaan James Trafford. Namun, Man City langsung merespons pada masa injury time. Rico Lewis mencetak gol keduanya di laga ini untuk melengkapi kemenangan telak 10-1.
Hasil ini membikin Manchester City mengukir rekor berhistoris di sepak bola Inggris, dengan torehan 10 gol dalam satu pertandingan resmi.
[Gambas:Video CNN]
(rhr)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·