Jakarta, CNN Indonesia --
Pemain timnas wanita Iran, Sara Didar dengan berlinang air mata mengaku prihatin dan sedih dengan apa nan terjadi pada negaranya imbas perang nan terjadi.
Hal itu diungkapkan Didar saat sesi konvensi pers jelang laga melawan tuan rumah Australia dalam lanjutan grup Piala Asia Wanita 2026, Kamis(5/3). Didar menumpahkan isi hatinya dan kuasa menahan tangis seperti dilaporkan oleh Daily Mail.
"Jelas, kami prihatin dan sedih atas apa nan telah terjadi pada Iran dan family kami di sana," ucap Didar menggunakan bahasa Farsi kepada awak media, Rabu (4/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat berambisi negara kami bakal mendapatkan berita baik di masa mendatang dan saya berambisi negara kami bakal tetap kuat," ucap pemain nan menempati posisi striker ini menambahkan.
Didar kemudian berlinang air mata saat mendengar translator menyampaikan jawabannya atas pertanyaan awak media dalam bahasa Inggris. Tak berselang lama, pemain berumur 21 tahun itu bergegas menuju pintu keluar ruang konvensi pers.
Sebelumnya, timnas wanita Iran menolak untuk menyanyikan lagu kebangsaan jelang kick off melawan Korea Selatan dalam laga Grup A Piala Asia Wanita 2026 di Stadion Gold Coast, Senin (2/3) lalu.
Aksi tak bersuara para pemain Iran di tengah lapangan itu viral di media sosial. Dalam video tersebut terlihat sebagian besar pemain menolak menyanyikan lagu kebangsaan, sementara sebagian mini lain melempar senyum ke arah suporter. Suporter Iran nan datang ke stadion terlihat membawa bendera prorevolusi Iran.
Dalam pertandingan tersebut Iran kalah 0-3 dari Korea Selatan. Gol-gol kemenangan Korea Selatan dicetak Choe Yu Ri, Kim Hye Ri, dan Ko Yoo Jin.
[Gambas:Video CNN]
(jal/jun)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·