slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Pembinaan Peserta Toyota Eco Youth Ke-13 Tiba Di Merauke

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Setelah menyambangi beragam kota di Indonesia, gelaran Toyota Eco Youth (TEY) ke-13 sekarang mencapai Merauke, Papua Selatan. Tim dari Toyota Indonesia turun langsung (Genba) untuk mendampingi SMAN 3 Merauke, salah satu finalis nan mengusulkan proposal inovatif bertema lingkungan.

Pendampingan ini menjadi bagian krusial mematangkan visi dan misi proyek lingkungan para finalis. Tujuannya agar ide-ide nan dilombakan semakin aplikatif, memberikan faedah nyata, serta bisa melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas.

Langkah ini juga mempertegas komitmen TEY nan telah memasuki usia dua dasawarsa sejak pertama kali datang pada 2005 untuk melahirkan penemuan dari generasi muda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

TEY ke-13 pada tahun ini, nan bertemakan "EcoActivism, Saatnya Beraksi Jaga Bumi", secara unik mendorong generasi muda mengambil peran dalam dekarbonisasi, bukan sekadar mengurangi emisi.

SMAN 3 Merauke datang dengan proposal berjudul BBL (Brown Block of Life): Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi dan Ampas Sagu Sebagai Media Tanam dan Kompos Berbasis Tenaga Surya dengan Konsep Ekonomi Sirkular.

Proses pembuatan ialah mencampurkan kotoran sapi dan jejak sagu dengan komparasi 75:25 dan diaduk dengan air dan konsentrat EM4. Setelah itu didiamkan dua sampai tiga hari sebelum dicetak dengan berat 25 gram dan dijemur hingga kering.

Kepala Sekolah SMA 3 Merauke, Benedikta Sri Lestari mengatakan BBL ini merupakan solusi konkret untuk mengatasi persoalan lingkungan di Merauke.

Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto nan turut datang dalam aktivitas Genba di SMAN 3 Merauke, menyampaikan apresiasinya terhadap penemuan para siswa.

"Toyota Indonesia sangat mengapresiasi proposal-proposal lingkungan dari para sekolah finalis TEY ke-13 nan dilandasi ide-ide kreatif, berkarakter inovatif dan sejalan dengan upaya dekarbonisasi di era transisi daya saat ini," ujarnya, dikutip dari keterangan resmi TMMIN, Jumat (2/5).

Nandi menyoroti proposal "Brown Block of Life" dari SMAN 3 Merauke sebagai contoh nyata pelajar dapat berkontribusi solusi terhadap rumor lingkungan di wilayahnya.

"Hal ini menegaskan upaya dekarbonisasi memerlukan sinergi semua pihak, tidak terkecuali para pelajar sebagai generasi muda dan merupakan pilar utama kontributor bagi masa depan nan lebih hijau," imbuhnya.

Senada dengan itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto menekankan bahwa TEY bukan hanya program peningkatan kepedulian lingkungan.

"Melalui program kejuaraan lingkungan hidup tersebut, Toyota Indonesia juga mau melahirkan para pionir dan penggiat lingkungan dari kalangan generasi muda nan bisa mewujudkan ide-ide penemuan untuk mengatasi persoalan lingkungan sekitar," katanya.

"Brown Block of Life"

Proposal "Brown Block of Life" dari SMAN 3 Merauke dinilai tim juri TEY ke-13 sebagai pendapat nan tidak hanya imajinatif dan inovatif, tetapi juga mempunyai potensi besar diimplementasikan secara nyata.

Ide ini sukses menciptakan terobosan dalam pengolahan limbah kotoran sapi dan jejak sagu dengan pendekatan nan ramah lingkungan serta melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

Gagasan ini juga dinilai sangat relevan dengan potensi geografis Papua Selatan. Wilayah ini dikenal sebagai salah satu pusat produksi sagu terbesar di Indonesia dan mempunyai populasi peternakan sapi nan signifikan.

"Untuk menjawab tantangan tersebut, SMAN 3 Merauke mengolah limbah sagu dan kotoran sapi menjadi Brown Block of Life (BBL). Pengolahan BBL bukan hanya menjadikan lingkungan lebih bersih tetapi mencegah terjadinya pemanasan global," ujarnya.

Brown Block of Life sendiri memanfaatkan daya mentari pada mesin pengaduk komposisi untuk menekan biaya produksi.

Produk ini diklaim bisa menutrisi tanaman selama empat tahun dan menjadi pengganti pupuk organik nan terjangkau, sehingga berpotensi meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak setempat.

Selain faedah lingkungan, produksi dan penjualan kompos "Brown Block of Life" juga diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan, menciptakan lapangan kerja baru, dan memperkuat perekonomian lokal di Papua Selatan melalui konsep ekonomi sirkular.

[Gambas:Video CNN]

(fea)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru