slot gacor hari ini gampang menang manut88 slot dana manut88 link manut88 manut88 login manut88 manut88 link manut88 slot server thailand manut88 manut88 manut88 manut88 link alternatif manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 manut88 login manut88 login GampangJP

Pemerintah Cabut Izin 8 Perusahaan Diduga Biang Kerok Banjir Sumatra

Sedang Trending 5 hari yang lalu

CNN Indonesia

Kamis, 04 Des 2025 08:44 WIB

Pemerintah cabut izin delapan perusahaan diduga penyebab banjir dan longsor di Sumatra. KLH selidiki perizinan dan bakal panggil perusahaan terkait. Warga melangkah di atas sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11/2025). (Foto: ANTARA FOTO/Yudi Manar)

Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mencabut izin delapan perusahaan nan diduga menjadi biang kerok banjir bandang dan longsor dahsyat di Sumatra Barat, Sumatra Utara, dan Aceh.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengaku pihaknya mulai menyelidiki masalah banjir dan longsor tersebut dari aspek perizinan. Menurut dia, izin operasional perusahaan di tiga wilayah itu dicabut dan bakal dikaji ulang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mulai dari sisi korporasi tentu kami mulai hari ini bakal menarik kembali semua persetujuan lingkungan dari arsip lingkungan nan ada di daerah-daerah bencana," kata Hanif usai rapat di Komisi XII DPR, Kamis (3/12).

"Saat ini baru terdata tujuh dari delapan. Delapannya sebenarnya belum aktif, tapi kami bakal dalami lagi. Jadi ini nan di Batang Toru ya. Tetapi tentu kita kudu adil," imbuhnya.

Hanif mengaku juga telah memanggil delapan perusahaan itu pada Senin (8/12) pekan depan untuk dimintai keterangan. Mereka bakal diperiksa oleh Deputi Penegakan Hukum (Gakkum) KLH.

Menurut Hanif, pihaknya termasuk bakal melakukan pendekatan pidana dalam temuan tersebut, apalagi jumlah korban dalam kasus itu tidak sedikit.

"Karena ini sudah menimbulkan korban jiwa, maka pendekatan pidananya bakal muncul," katanya.

Hanif menduga operasional sejumlah perusahaan di Sumbar, Sumut, dan Aceh menjadi penyebab anomali cuaca dan hujan kian parah. Sebab faktanya, dari 340 ribu hektare hutan, 50 ribu di antaranya sekarang menjadi lahan kering.

"Dari 340 ribu hektare mungkin 50-an ribu di hulunya, itu dalam corak lahan kering. Tidak ada pohon di atasnya, sehingga begitu hujan sedikit, ya sudah kita bayangkan," kata dia.

(thr/wis)

[Gambas:Video CNN]

Berita Hari Ini

Berita Terbaru

Berita Indonesia

Cerita Horor

Pesona indonesia

Kabar Tempo

Liputan berita

Berita Indonesia Terbaru