Jakarta, CNN Indonesia --
Etos kerja dalam Islam dilandasi oleh semangat beragama kepada Allah Swt. Semangat kerja ini tidak hanya untuk meraih kekayaan tapi juga rida dari Allah Swt.
Artinya, bekerja tidak sekadar untuk memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga sebagai corak pengabdian kepada Allah Swt.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), etos adalah pandangan hidup nan unik dari suatu golongan.
Ditambahkan dari buku Membudayakan Etos Kerja Islami, kata etos berasal dari bahasa Yunani ialah ethos nan berfaedah sikap, kepribadian, watak, karakter, dan kepercayaan atas sesuatu.
Sikap ini tidak hanya dimiliki oleh individu, tetapi juga oleh golongan apalagi masyarakat. Untuk lebih jelasnya, simak pengertian etos kerja menurut Islam berikut ini nan dihimpun dari beragam sumber.
Pengertian etos kerja dalam Islam
Dikutip dari laman MUI, etos kerja dalam Islam adalah sikap nan melahirkan kepercayaan nan sangat mendalam bahwa bekerja itu bukan saja untuk memuliakan dirinya, melainkan juga sebagai suatu manifestasi dari kebaikan saleh.
Hal itu membikin bekerja nan didasarkan pada prinsip-prinsip ketaatan bukan saja menunjukkan fitrah seorang muslim, melainkan sekaligus meninggikan martabat dirinya sebagai hamba Allah.
Etos kerja seseorang dalam Islam menampilkan dirinya sebagai manusia nan amanah, menunjukkan sikap pengabdian sebagaimana firman Allah berikut ini:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُون
Artinya: "Dan tidak Aku menciptakan hantu dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku". (QS adz-Dzaariyat: 56).
Ciri-ciri etos kerja dalam Islam
Etos kerja dibentuk oleh beragam kebiasaan, seperti pengaruh budaya dan sistem nilai nan diyakini. Berikut beberapa karakter etos kerja dalam pandangan Islam nan dikutip dari buku Etos Kerja dan Kepemimpinan Islam.
1. Baik dan manfaat
Ciri etos kerja nan pertama adalah al salah alias baik dan bermanfaat. Artinya melakukan suatu pekerjaan dengan sebaik-baiknya dan dapat berfaedah bagi orang sekitar.
2. Bersungguh-sungguh
Ciri etos kerja berikutnya adalah al itqan alias bersungguh-sungguh, ialah melakukan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, tekun, dan teliti.
3. Melakukan nan terbaik
Berikutnya adalah al ihsan, ialah melakukan pekerjaan dengan lebih baik dari sebelumnya alias bekerja dengan sebaik-baiknya.
Tiap muslim berkomitmen terhadap dirinya untuk melakukan nan terbaik dalam segala perihal nan dia kerjakan, terutama untuk kepentingan umat.
Selain itu, terus menerus memberikan peningkatan, seiring dengan bertambahnya pengetahuan, pengalaman, waktu, dan sumber daya lainnya.
Konsep etos kerja dalam Islam
Konsep etos kerja dalam Islam terdiri dari tiga, ialah bekerja dengan sebaik-baiknya, bekerja berdasarkan ilmu, dan meneladani sifat-sifat Ilahiyyah. Berikut adalah konsep etos kerja dalam Islam.
1. Bekerja dengan sebaik-baiknya
Etos kerja dalam Islam mengajarkan untuk senantiasa melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya guna menunjang kehidupan pribadi dan keluarga.
Akidah nan dapat diterapkan dalam melaksanakan pekerjaan adalah bekerja sebagai sarana ibadah kepada Allah Swt, bekerja dilandasi keikhlasan dan mengharap rida Allah Swt, dan percaya atas rezeki nan Allah Swt berikan.
2. Bekerja berdasarkan ilmu
Tiap muslim wajib menuntut pengetahuan sebagai landasan untuk beragama dan beramal saleh. Dalam bekerja, pengetahuan digunakan sebagai penunjang untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik sesuai dengan bidangnya.
Sikap kerja nan dilandasi pengetahuan adalah kreatif, aktif, mempunyai perencanaan nan baik dalam bekerja, dan visioner.
3. Bekerja dengan meneladani sifat-sifat Ilahiyyah
Tiap manusia mempunyai potensi untuk mengembangkan sifat-sifat Ilahiyyah guna mencapai etos kerja nan tinggi ialah etos kerja Islami.
Dengan bekerja mengikuti petunjuk-petunjukNya dapat digali sikap hidup aktif, kreatif, percaya diri, mandiri, optimis, jujur, menghargai waktu, efektif, dan efisien.
Demikian pengertian etos kerja, ciri-ciri, dan konsepnya. Etos kerja dalam Islam adalah sikap dan kepribadian nan melahirkan kepercayaan bahwa bekerja itu bukan saja untuk kebutuhan diri sendiri tapi juga sebagai suatu manifestasi dari kebaikan saleh. Semoga bermanfaat.
(juh)
10 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·